Snippet
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
"Karena dia merasa kagum pada Peradaban Islam, dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi sewaktu perang, walaupun kepada tentara yang non-Muslim."

Yang Anda baca berikut ini adalah terjemahan dari sebuah email berbahasa Malaysia dari milis ikasmanca@yahoogroups:

Rasa hormat saya pada lelaki agung ini, Adolf Hitler, semoga ada yang meniru jejaknya pada jaman sekarang.

Saya mengobrol dengan saudara saya yang sedang menyelesaikan tesis PhD-nya. Saya amat terkejut ketika dia menyatakan tesis beliau mengenai Adolf Hitler, pemimpin Nazi. Lalu saya bertanya,”Sudah tiadakah tokoh-tokoh Islam di dunia ini hingga engkau memilih si bodoh ini menjadi tema tesismu?”

Dia tertawa lalu bertanya apa yang saya ketahui tentang Hitler.

Saya jawab bahwa Hitler adalah seorang pembunuh yang membunuh semuanya dan menganggap bangsa Jerman di atas segala bangsa lain. Lalu dia bertanya darimana sumber saya. Dari TV tentunya, jawab saya. Lalu saya katakan bahwa Hitler membunuh semua manusia. Kemudian dia berkata,” Baiklah, pihak Inggris telah melakukan yang lebih keji dari itu. Pihak Jepang semasa kekaisaran juga sama. Namun, mengapa dunia hanya menghukum Hitler dan menjelek-jelekkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih berwujud hingga hari ini sementara dunia melupakan kesalahan Inggris terhadap Skotlandia, Jepang terhadap dunia dan Afrika Selatan terhadap warga kulit hitam-nya?

Saya lantas meminta jawabannya. Dia meneruskan,” Ada dua alasan :

1. Prinsip Hitler mengenai Yahudi, Zionisme dan proses berdirinya negara Israel. Hitler telah melancarkan Holocaust untuk membasmi Yahudi karena beranggapan nantinya Yahudi akan menjerumuskan dunia.

2. Prinsip Hitler mengenai Islam. Hitler telah mempelajari sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, dan dia telah menyatakan bahwa ada tiga peradaban yang terkuat yaitu Persia, Romawi dan Arab. Ketiganya telah menguasai dunia pada masa lalu. Sementara Persia dan Romawi masih melanjutkan peradaban mereka hingga hari ini, namun Arab hanya bertengkar dengan sesamanya. Dia melihat ini sebagai satu masalah karena Arab akan merobohkan Peradaban Islam yang dia telah lihat begitu hebat pada masa lalu.

Karena dia merasa kagum pada Peradaban Islam, dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi sewaktu perang, walaupun kepada tentara yang non-Muslim.

Beliau juga memberi kesempatan tentara Jerman yang muslim untuk menunaikan sholat ketika masuk waktunya di manapun juga…bahkan tentara Jerman pernah sholat di Lapangan Berlin dan Hitler menunggu hingga mereka menyelesaikan sholat jamaah untuk menyampaikan pidatonya.


Hitler juga sering bertemu dengan para Ulama dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama dan kisah para sahabat dalam menyusun strategi…

Dia juga meminta para Syeh untuk mendampingi tentaranya dan mendoakan mereka yang non-muslim dan memberi semangat kepada tentara muslim untuk memerangi Yahudi…


Semua data ini adalah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh saudara saya untuk tesis PhD-nya dan dia meminta saya untuk tidak menambahi apapun supaya tidak menyusahkannya ketika memaparkannya nanti. Dia melarang saya memadukan kajian ini dengan data-data dari internet karena saya bukan pakar bidang sejarah. Tetapi gambar-gambar yang ada di sini sudah lama tersebar dan semua orang boleh melihatnya di internet.

Namun, saya tetap mencari data tambahan dari internet dan menemukan beberapa hal yang menarik:

1) Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler. Ketika tentara Nazi tiba di Moscow, Hitler berniat menyampaikan pidato. Dia memerintahkan para penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang agung dari kitab suci, kata-kata ahli filsafat ataupun dari bait syair. Seorang sastrawan Iraq yang tanggal di Jerman memberi masukan ayat Al-Quran yang artinya : Telah dekat Hari Kiamat dan telah terbelah bulan.

Hitler merasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalimat pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Memang para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat tersebut bermakna keagungan, kekuatan dan arti yang mendalam.

Hal ini dinyatakan Hitler dalam bukunya Mein Kampf yang ditulis di penjara bahwa segala tindakannya berdasarkan Al-Quran khususnya tindakannya terhadap Yahudi..

2) Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar. Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar pimpinan tentaranya yang akan tamat belajar di Akademi tentara Jerman.

” Saya bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan inilah sumpah suci saya, bahwa saya akan mematuhi semua perintah pimpinan tentara Jerman dan pemimpinnya Adolf Hitler, panglima tertinggi, bahwa saya akan selalu bersedia untuk mengorbankan nyawa saya kapanpun demi pemimpin saya”

3) Hitler pantang meminum arak ketika dia gemetar saat keadaan pasukan Jerman sedang goncang dan berbahaya. Waktu itu para dokter memintanya meminum arak sebagai obat dan beliau menolak sambil berkata,” Bagaimana anda ingin menyuruh seseorang minum arak untuk pengobatan sedangkan dia seumur hidupnya tak pernah menyentuh arak?”

Ya, Hitler tidak pernah menyentuh arak sepanjang hayat, minuman kegemarannya adalah teh celup yang khas.

Tujuan penulisan ini bukanlah untuk membela apa yang telah dilakukan Hitler, tetapi hanya bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh pihak Barat. Semoga kita semua memperoleh manfaat. 


Mushab untuk Al-Mustaqbal.net

CALIFORNIA – Diterbitkan dalam New York Times, Selasa (12/2/2013) bahwa peneliti dari NASA dan Universitas California menyatakan Sungai yang terletak diantara Turki, Suriah, dan Irak yaitu sungai Tigris dan Eufrat mulai mengering.

Peneliti dari Universitas California, Jay Famiglietti mengatakan, “Sekitar 60 persen hilangnya air itu karena pemompaan air bawah tanah. Kami menemukan selama tujuh tahun dari 2003 bahwa cekungan sungai Tigris dan Eufrat di bagian Turki, Suriah, dan Irak kehilangan 144 kilometer kubik air tawar.”

“Tingkat penurunan air secara drastis terjadi setelah kekeringan pada 2007.” Tambahnya. Air semakin mengering ketika kebutuhan warga akan air meningkat. Para peneliti juga memprediksikan sungai itu akan semakin mengering hingga musim kemarau tahun mendatang.

Benarlah apa yang disabdakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘Gunung Emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata, ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’.’’ (HR Bukhari).
Dalam hadits ini Rasulullah mengabarkan bahwa Sungai Eufrat mengering adalah tanda dekatnya Hari Kiamat. Namun Rasulullah juga mengabarkan sebelum terjadinya kiamat, akan ada peristiwa-peristiwa penting yang terjadi seperti kemunculan Imam Mahdi dan Dajjal.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Bersabda,”Sekiranya dunia ini tidak tersisa kecuali hanya sehari, Zaidah menyebutkan dalam haditsnya, “maka Allah akan memanjangkan hari itu, ” kemudian mereka bersepakat -dalam menyebutkan lafadz- hingga Allah mengutus seorang laki-laki dariku, atau dari keluargaku; namanya mirip dengan namaku, dan nama bapaknya juga mirip dengan nama bapakku. Dalam hadits Fithr ditambahkan, “Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana kezhaliman dan kelaliman pernah memenuhinya.” (HR Abu Dawud no: 3733)

Dalam hadits yang lain juga dijelaskan, “Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al Mahdi, ia diutus kepada umatku ketika terjadi perselisihan dan kegoncangan di antara manusia, lalu bumi akan dipenuhi dengan keseimbangan dan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kejahatan dan kezhaliman. “ (HR Ahmad No: 10898)

Laki-laki yang disebutkan Nabi Shalallahu alahi wa sallam itu adalah Al-Mahdi, beliau seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah sebagai orang yang memenuhi bumi dengan keadilan setelah kedzoliman melanda Dunia ini.

Imam Mahdi akan membawa Umat ini menuju masa Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah. Bukan melalui parlemen Thoghut dan buka pula dengan mengemis kepada pemerintah Thoghut agar didirikan khilafah.

Imam Mahdi akan mengawali umat ini ke jalan Jihad, beliau akan memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang memakai Ideologi selain Islam yang selama ini memimpin Dunia dan juga menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Dan Allah akan memenangkan pertempuran ini, seperti dalam Hadits:

“Kalian akan memerangi Jazirah Arab kemudian Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian.” Nafi’ berkata; Jabir berkata; “Dajjal tidak akan keluar sampai Romawi ditaklukkan.” (HR. Ahmad No : 1458)

Wallahu ‘alam Bish Shawab
http://www.suaramedia.com/images/stories/1middleeast/aqso.jpg
Para ahli memperingatkan tentang adanya skema dari kaum Zionis untuk menciptakan ulang sebuah gempa buatan yang dirancang untuk merobohkan masjid Al Aqsa.

Para ahli menekankan bahwa Israel sudah mengungkapkan rencananya tersebut di televisi dan artikel surat kabar yang tidak terhitung jumlahnya mengenai penghancuran Al Aqsa dengan cara menciptakan gempa buatan.

Dalam rencananya, Israel akan menciptakan gempa buatan melalui penanaman bom di sebelah barat Negev, di sebuah laut di Eilat, kemudian orang-orang akan merasakan getaran dari ledakan tersebut, lalu para ilmuwan memberikan keterangan, sementara Israel menyatakan bahwa ada "gempa bumi" melanda daerah tersebut dan menyebabkan atap-atap bangunan menjadi runtuh.

Para ahli menambahkan: "Ada kemungkinan Israel mempergunakan jalur terowongan lebih banyak daripada menggunakan jet F-16 untuk menembus tembok suara masjid tersebut yang dihancurkan oleh serangan penjajahan, Israel sekarang meningkatkan pengalian dan pembangunan terowongan dibawah masjid Al Aqsa dengan tujuan utama yang sangat jahat, yaitu agar fondasi Al Aqsa menjadi rapuh dan setiap saat siap runtuh," Ditekankan bahwa gempa/getaran sekecil apapun akan sedikit menenggelamkan masjid.

Ditambahkan lagi, bahwa Israel tidak akan menunggu hingga terjadi gempa bumi sungguhan, untuk mempercepat proses penghancuran Al Aqsa, Israel sudah merancang gempa bumi buatan dan untuk segera menghancurkan masjid Al Aqsa, dengan mengambil kesempatan ditengah lemahnya persatuan bangsa Arab dan diamnya mereka terhadap penggalian yang dilakukan oleh tangan-tangan terkutuk Yahudi Israel di kompleks Al Aqsa.

Para ahli memandang penggalian di sekitar kompleks masjid Al Aqsa tersebut sebagai skema licik Israel untuk melenyapkan Al Aqsa, yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Muslim.
http://i43.tinypic.com/2lvn129.jpg
Ruang hampa yang dibuat dibawah masjid ditambah dengan fondasi yang semakin rapuh ditambah lagi dengan pengalian pasir dan batu semakin menunjukkan bukti nyata bahwa Al Aqsa tengah dalam kondisi genting.

Israel mempergunakan bahan kimia untuk melelehkan batu-batu dan juga bahan peledak dalam jumlah besar, keduanya kemudian dimaksimalkan oleh ledakan yang ditimbulkan oleh guncangan dan ledakan sekecil apapun. Walaupun demikian, hampir bisa dipastikan bahwa Israel akan menggunakan kekuatan maksimum agar struktur bangunan masjid ikut hancur berkeping-keping.

Tahapan pertama proses penggalian masjid Al Aqsa sudah dimulai setelah perang tahun 1967, dengan pembantaian da pemusnahan orang-orang Maroko yang tinggal berdekatan dengan tembok ratapan di sisi barat masjid Al Aqsa, dan pembuatan gerbang masuk Mughrabi sebagai jalan dari tikus-tikus kelaparan Yahudi yang terdiri dari para serdadu penjajah, dan juga para kaum Yahudi pindahan menuju kompleks masjid.

Setelah melakukan penjajahan, Israel langsung melakukan penggaliandibawah masjid Al Aqsa untuk "mencari kuil Yahudi".

Kaum Yahudi sangat ingin segera menjalankan skema penghancuran masjid Al Aqsa, dan nantinya seluruh umat Muslim. Ini bukan lagi sekedar peringatan dan tulisan dalam artikel, yang paling gawat adalah konspirasi yang diciptakan Israel dalam sejarah, Israel juga mengklaim bahwa penerapan rencana besar Yahudi tersebut sebagai hal yang paling penting.

Selain itu, Israel juga dengan lancang membangun puluhan sinagog mengelilingi masjid Al Aqsa sinagog-sinagog tersebut semuanya dibangun diatas tanah wakaf dan real estate milik bangsa Arab dan juga wilayah bersejarah warisan umat Muslim, dan tidak ada upaya apapun yang mampu dilakukan umat Muslim untuk mempertahankannya.

Sheikh Raed Salah, kepala Gerakan Islam untuk tanah terjajah 1948, menyerukan kepada dunia Arab dan Islam untuk menandai tanggal 7 Juni, hari jatuhnya Yerusalem pada tahun 1967, sebagai saat untuk mendukung kota terjajah Yerusalem dan juga Masjid Aqsa.

Komite pembangunan ulang dari Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu, memperingatkan bahwa penggalian yang dijalankan oleh Israel di bagian Timur Yerusalem merupakan sebuah ancaman besar bagi Islam dan keagamaan Arab dan kawasan historis khususnya Masjid Aqsa yang mungkin bisa roboh oleh gempa buatan ataupun gempa alami.

Raif Najm, kepala deputi dari komite tersebut, menyatakan dalam pers bahwa tujuan dari penggalian tersebut, seperti yang dikatakan arkeolog Israel, adalah untuk mencari tanda-tanda dari dugaan-adanya kuil Solomon, menambahkan bahwa jika kebohongan ini tidak disanggah, dunia akan mempercayainya.

Najm menggarisbawahi bahwa jumlah penggalian ini berjumlah mencapai lebih dari 60 terowongan, yang paling serius adalah terowongan bagian barat Masjid Aqsa yang terdiri dari dua lantai dan ruangan-ruangan bawah tanah.

Sheikh Salah membenarkan bahwa pemerintah penjajah Israel ingin menyingkirkan setiap bentuk kedaulatan Muslim, Arab, atau Palestina di Masjid Al-Aqsa kemudian mencoba untuk melumpuhkan pemeliharaan Masjid Aqsa hingga akhirnya merobohkannya dengan paksa. (dn/im/sm) SuaraMedia.com
Setelah 1 bulan berpuasa wajib di bulan Ramadhan, maka di bulan Syawal umat muslim disunnahkan berpuasa 6 hari. Ternyata hal ini tak semata-mata berpahala jika dikerjakan, namun menurut ahli gizi, puasa Syawal terbukti menyehatkan.

Fungsi puasa Syawal adalah meredam shock atau kaget pada sistem pencernaan yang sebelumnya mengalami perubahan pola makan. Setelah sebulan berpuasa, maka pencernaan idealnya menyesuaikan diri selama 3 hari hingga 1 minggu sebelum harus bekerja kembali secara normal.

Hal ini seperti diungkap Prof. Dr Hardinsyah, ahli gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam situs detikhealth;
“Sampai hari ketiga setelah lebaran, sebaiknya pilih makanan yang lembut-lembut. Tubuh perlu adaptasi di masa peralihan,”
Pun, jumlah asupan makanan idealnya tak langsung banyak, melainkan bertahap. Sedikit-demi sedikit porsinya.

Dengan menjalankan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, maka perubahan pola makan yang sudah satu bulan sebelumnya, tak mendadak terjadi. Sehingga proses pencernaan dapat mengalami penyesuaian terlebih dahulu.

Dapat dikatakan bahwa puasa Syawal adalah masa transisi bagi pencernaan, sebelum kembali bekerja secara normal. Hikmah lainnya, tentu saja pahala Anda akan bertambah, yaitu seperti berpuasa selama setahun penuh, demikian dalam sebuah hadist.
Ditulis oleh Budi Ashari 
 
Lagi, tiga serangkai yang hari ini dirasakan hanya menjadi beban bagi kehidupan seorang wanita. Dengarlah kalimat orangtua yang anaknya ketahuan hamil lagi padahal anaknya yang pertama baru berumur satu tahun, “Kamu hamil lagi?? Memangnya, kamu disekolahkan tinggi-tinggi, mahal-mahal, hanya untuk hamil saja?”
Dan kalimat ketidaknyamanan lainnya yang hadir bukan saja dari orangtua bahkan dari orang sekelilingnya. Bagi seorang wanita yang melahirkan lagi dan lagi...

Belum lagi media sebagai guru besar masyarakat, yang sering menampilkan para wanita yang mengesampingkan peran kehamilan, melahirkan dan menyusui.

Dampaknya, ‘tarbiyah’ keluarga, masyarakat dan media itu menyebabkan kaum hawa meletakkan kata hamil dan menyusui di sudut sempit dalam hidupnya. Jika bisa tidak, mengapa harus iya. “Kapok!” kata seorang ibu sambil mengelus-elus perutnya. 

Bisa dibayangkan bagaimana suasana hati ibu yang seperti ini saat hamil, melahirkan dan menyusui? Damaikah, senangkah, bahagiakah, atau sebaliknya.

Mari kita tanyakan kepada panduan utama manusia bahagia di dunia dan akhirat, Al Quran.
Di dalam Al Quran disampaikan,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman: 14)

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Qs. Al Ahqaf: 15)

Dua ayat tersebut, dimulai dengan perintah Allah langsung kepada seluruh manusia agar berbakti kepada kedua orangtuanya. Dan subhanallah, setelah itu Allah hanya menyebut peran ibu. 

Dalam Surat Luqman disebutkan 2 hal: hamil dan menyapih susuan. 

Sementara dalam surat Al Ahqaf disebutkan 3 hal: hamil, melahirkan, menyapih susuan.

Jadi sangat jelas, betapa hamil, melahirkan dan menyusui hingga menyapihnya adalah aktifitas sangat mulia yang langsung disanjung oleh Allah Pencipta seluruh yang ada. Cukuplah ini menjadi jaminan kemuliaan. 

Apalagi ketika tiga aktifitas ini dijadikan alat tukar bagi bakti seorang anak di kemudian hari. Bakti anak tentu menjadi tumpuan orangtua yang paling membahagiakan di usia senjanya kelak. Tidak ada orangtua yang tidak berharap memiliki anak yang berbakti.

Jika demikian harapan orangtua. Jika demikian harga yang harus dibayarkan oleh orangtua untuk ‘membeli’ bakti anak. 

Maka, mengapa hamil masih merupakan aktifitas rendah bahkan dicaci maki. 

Lebih dari itu, ayat tersebut menyampaikan bahwa hamil memang penuh perjuangan dengan susah payah, lemah bertambah lemah. Keadaan yang sulit ini, seharusnya tidak ditambahi beban dengan berbagai tekanan.

Maka, mengapa melahirkan menjadi bahan ejekan.

Lebih dari itu, ayat tersebut menyampaikan bahwa melahirkan pun perlu perjuangan yang tidak mudah. Sehingga seharusnya para ibu yang hamil ridho melahirkan dengan rasa sakit dan perjuangan bertaruh nyawa. Bukan mudah menyerah dan malas berjuang sehingga dikeluarkan oleh peralatan medis. 

Maka, mengapa menyusui menjadi aktifitas yang menakutkan dan memusuhi kecantikan.

Lebih dari itu, ayat tersebut sangat jelas memerintahkan hingga penyapihan. Dan menyapih susuan yang sempurna selama dua tahun. Angka yang telah disebut ayat 15 abad yang lalu dan baru disepakati oleh para ahli kesehatan dunia pada abad yang lalu. 

Jadi, para ibu dan keluarga muslim, sudah seharusnya kita sadari bahwa hamil penuh perjuangan, kesabaran dalam merasakan sakitnya melahirkan meregang nyawa dan menyusui sempurna 2 tahun adalah harga yang harus dibayar oleh para orangtua untuk hadirnya bakti anak di kemudian hari.

Menjadi sangat rumit, berharap memiliki sesuatu tetapi tidak mau memberikan harganya. Karena setiap sesuatu ada harganya. Apalagi, ini adalah sesuatu yang teramat mahal; bakti anak.
Ditulis oleh Budi Ashari

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi82sUY-EAOaAG6YKbKICuOqrP4Yhrmz-7UG0AAlzdQGSp_gXpDrEYpXEZQLyKDnJcOQ503J7hd6uBoiLs7pyuA3Kj1cYTF7VBXPKSv1NVYm1SJfL-LH5v6MztSlJ_mIg6yv7277PqG9nMk/s1600/Ibu+mamama+bunda.jpg
"Saya hanya IRT alias ibu rumah tangga," jawab seorang ibu dalam keadaan kurang begitu nyaman dengan jawabannya saat ditanya aktifitas keseharian. Jawaban itu seringkali kita dengar. Dari ibu-ibu dalam percakapan keseharian. Pada forum pertemuan-pertemuan. Rasa kurang nyaman dalam menjawab dan kurang bangga tentang dirinya, akan menjadi lebih parah saat pertanyaan itu hadir di forum bergengsi. Seorang wanita akan sangat bangga ketika bisa menyebutkan daftar aktifitas seabreg dengan jadwal padat dan penat. Akan lebih membanggakan ketika dalam pertemuan seperti itu, beberapa kali ada seseorang yang membisikinya mengingatkan akan sesuatu. Tugas seorang asisten pribadi. Menandakan bahwa, ia wanita yang sangat bermanfaat bagi orang banyak. Para wanita berbangga ketika menjawab bahwa dirinya mempunyai aktifitas sangat sibuk. "Iya nih, kalau gak saya sempatkan waktu, susah saya ketemu anak-anak." Kembali dengan sangat bangga itu disampaikan di depan banyak orang.Kebanggaan itu sebenarnya harus dibayar mahal. Bayarannya bisa merugikan sisa umur yang ada. Anak-anak yang sering susah bertemu ibunya sendiri sering protes. Banyak di antara mereka yang berharap kelak tidak mau menjalani profesi ibunya atau terlibat aktifitas seperti ibunya. Karena tidak mau terulang kejadian yang menimpa mereka, akan menimpa anak-anak mereka. Tentu ini keputusan yang sangat dangkal. Tetapi tidak bisa disalahkan, karena mereka masih anak-anak. Dan itulah kepahitan yang dirasakan di tengah tebar senyum bangga sang ibu di hadapan komunitasnya.

Ada yang benar-benar protes dengan kata-kata. Ada yang protes dengan secarik kertas yang diletakkan di meja tugas ibunya. Ada protes yang digoreskan di diary yang lebih setia mendampinginya di banding ibu yang telah melahirkannya. Tetapi ada yang tidak cakap cara-cara itu semua. Sehingga protes mereka ditumpahkan dengan perilaku. Tindakannya mulai susah dikontrol. Tidak bisa diatur. Tidak bisa dinasehati. Sering pergi tanpa peduli dan tanpa komunikasi. Keluyuran seperti ibunya! Ini yang harus dibayar mahal di balik jawaban malu sebagian ibu ketika hanya tinggal di rumah menjadi ibu rumah tangga.

Ini tidak berarti memusuhi aktifitas baik wanita. Bahkan seharusnya kaum bapak mulai menyadari ada wilayah kerja kaum hawa yang tidak boleh dimasukinya. Tetapi di sini, kita sedang ingin menyoroti hasil generasi yang semakin hari semakin menurun. Dimana salah satu faktor vital dalam rumah tangga adalah ibu.

Mungkin para ibu tidak sadar saat mengeluarkan kata (hanya) saat menjawab tentang aktifitas IRT. Tetapi kata hanya ini, dibangun di atas banyak filosofi dan keyakinan dalam hidup. Sehingga kata hanya adalah sebuah simpul yang bisa diurai menjadi sebuah perjalanan hidup. Ketika ini menyangkut tentang keyakinan dan folosofi hidup, di sinilah beratnya kalau keyakinan itu salah.

Anak-anak yang terlahir dari sebuah rumah tangga, akan menerima kata hanya dari ibunya. Sebuah kata yang menyiratkan sebuah aktifitas asal-asalan, setengah hati dan tidak maksimal sama sekali. Dan hasilnya, tentu hanya uring-uringan di rumah. Ketidaknyamanan terciptakan sedemikian rupa. Dan kalau sudah begitu, siapa yang mau tinggal di rumah dengan seperti itu keadaannya.

Sebaliknya, hampir jarang kalau dibilang belum pernah kita dengar jawaban seorang ibu, "Alhamdulillah saya seorang IRT!!" Pasti sangat berbeda dengan jawaban pertama. Jawaban kedua ini menggambarkan sebuah syukur. Ada bangga di baliknya. Ada ketulusan mahal yang terpancar.

Kebanggaan yang tidak basa-basi itu mustahil keluar tanpa pemahaman yang baik tentang pentingnya peran ibu di dalam rumah. Dan betapa jasa besar seorang ibu untuk melahirkan generasi peradaban agung dunia, tidak ada yang sanggup menyainginya. Tidak ayah. Tidak sekolah. Tidak universitas. Tidak negara. Karena pondasi-pondasi itu terbangun di rumah.

Sang ibu adalah madrasah untuk itu. Jika pondasi keimanan, pondasi keyakinan, pondasi logika dan semua pondasi lainnya kokoh, maka terserah mau dibangun setinggi apapun anak itu, akan bisa dilakukan. Namun, jika rapuh, seorang anak hanya ibarat gubug reot yang mudah ambruk ditiup angin sepoi sekalipun.

Kebanggaan terlahir dari rasa menikmati terhadap tugas. Dan akan sulit bisa maksimal pada sebuah aktifitas bila tidak dinikmati. Kalau seorang ibu dengan bangga menyebut dirinya sebagai ibu rumah tangga, ini artinya ia menikmati kebersamaannya dengan anak-anak di rumah untuk memoles mereka.

Menikmati membuat ibu tidak mudah lelah. Ibu mempunyai tenaga lebih untuk semua anak-anaknya. Dan memang diperlukan tenaga ekstra, energi ekstra untuk menghasilkan generasi yang sholeh dan hebat. Di sinilah kuncinya. Jika sang ibu terlihat sangat frustrasi mendengar tangis anaknya, melihat rumah yang berantakan, keaktifan yang menimbulkan kebisingan, maka sang ibu akan memilih untuk memantau anak-anaknya lewat telpon ke pembantu.

Sang ibu akan memilih pulang ke rumah saat anak-anak sudah tertidur lelap karena kelelahan belajar sambil bermain. Ibu pulang dan semua sudah rapi. Tetapi ibu tidak sadar bahwa hati anak-anaknya berantakan. Seharusnya umat ini tidak terjebak pada perangkap yang telah mengikat kaki para wanita di negara maju. Amerika, Eropa, Jepang adalah contoh negara-negara yang para wanitanya mulai menjerit karena kelelahan di luar rumah. Mereka mulai merasakan nikmatnya duduk di rumah bersama keluarga. Tetapi itu tidak sanggup mereka lakukan. Karena jebakan kemajuan dan tuntuntan kesamaan tanpa batas itu.

Sementara negara ini, mulai berjalan menuju jebakan itu. Jika tidak hati-hati, hasilnya akan sama. Dan saat negara-negara maju itu kelak mulai membenahi sistim kehidupan dengan mengembalikan para wanita ke rumah, mungkin saat itu wanita negeri ini sedang menjerit-jerit karena ingin kembali ke rumah. Selalu tertinggal. Maka, sudah saatnya sebagai muslim yakin bahwa tidak ada aturan terhebat tentang keluarga melebihi aturan Islam. Jika dikembalikan kepada Islam, maka akan terlahir keluar sakinah mawaddah dan rahmah.

Akan melahirkan generasi yang menghadirkan cahaya bagi bumi ini yang telah membantu mengangkat dunia barat dari lumpur ketertinggalan. Inilah perintah Ilahi tentang tempat wanita,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"Dan menetaplah (kalian para wanita) di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Qs. al-Ahzab: 33)

Allah memberitahukan tempat utama wanita adalah rumah. Jangan dimaknai bahwa Islam mengekang wanita. Karena langsung, pada kata setelahnya Allah mengisyaratkan bolehnya keluar rumah. Tetapi harus dengan memperhatikan penampilan yang tidak jahiliyah. Prof. DR. Adnan Baharits, salah seorang pakar pendidikan Islam di Universitas Ummul Quro Mekah membahas khusus tentang bagaimana para wanita berkiprah di luar rumah sesuai dengan syariat dalam buku beliau: Dhawabith Tasygil an-Nisa’ (243 halaman). Wanita tetap diberi keleluasaan beraktifitas bahkan di luar rumah. Tetapi bukan dengan sudut pandang kesamaan gender hari ini.

Jadi, para ibu...
udah saatnya pulang….
Generasi hebat pemimpin bumi sedang menanti...
Ditulis oleh Budi Ashari
Ramadhan sudah dekat. Alhamdulillah. Musim semi orang-orang beriman itu dinanti karena kebaikan dan kenikmatannya. Tentu hanya orang beriman yang menantinya. Karena jika tidak beriman, Ramadhan hanya beban yang memberatkan dan menghilangkan kenikmatan.

Setiap keluarga mukmin ingin Ramadhannya bertenaga dan berkesan serta meningkat lebih baik. Hanya saja, sering kali kita baru merasakan bahwa Ramadhan kita dan keluarga kurang maksimal setelah berada di penghujungnya.

Salah satu penyebabnya adalah persiapan yang tidak baik. Perjalanan Ramadhan menempuh taman hijau yang menanjak. Indah bagi yang tidak mempedulikan bentuk jalannya. Bagi yang sibuk menilai jalan yang melelahkan itu, maka taman hijau di kanan kirinya hampir tak berarti. Keindahannya. Tak hanya sehari atau dua hari. Juga tidak sekali-kali. Tetapi satu bulan penuh.
Perjalanan seperti itu, bagaimana tidak disiapkan sebaik mungkin perbekalannya.

Pasti. Perjalanan panjang itu memerlukan persiapan yang baik. Gagal pada persiapan, bisa menimbulkan masalah pada perjalanan.

Persiapan itu bukan sibuk mencari tiket jauh-jauh hari. Juga bukan sibuk menghitung budget sepanjang Ramadhan dan pulang kampung. Sehingga sibuk mencari tambahan untuk itu. Persiapan juga bukan memikirkan jenis menu sepanjang Ramadhan.

Kalau demikian, persiapan apa yang diperlukan.

Persiapan itu telah diajarkan Rasulullah pada dua bulan sebelumnya; Rajab dan Sya’ban. Sebagaimana dalam sabda beliau,

عن أسامة بن زيد قال قلت : يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

Dari Usamah bin Zaid berkata: aku bertanya: Ya Rasulullah aku belum pernah melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain, seperti puasamu di bulan Sya’ban.

Rasul menjawab: itu ada bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul ‘alamin. Maka aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa
. (HR. Nasa’i, dihasankan oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini, Rasulullah mengingatkan kita tentang bulan yang dilupakan yaitu Sya’ban yang ada di antara Rajab dan Ramadhan. Itu artinya, Rajab dan Ramadhan merupakan bulan yang sangat diperhatikan oleh masyarakat Nabi Arab saat itu. Maka mari kita lihat apa yang ada di bulan Rajab, Sya’ban kemudian Ramadhan.

Rajab

Setelah dikaji oleh para ulama, seluruh riwayat hadits tentang keutamaan bulan Rajab, maka inilah dua kesimpulan dua ulama besar di bidang hadits,

Ibnu Qoyyim, “Setiap hadits tentang puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah dusta.” (Al-Manarul Munif hal 96)

Ibnu Hajar, “Tidak ada dalil yang shahih tentang keutamaan Bulan Rajab baik keutamaan untuk puasa atau qiyam.” (Tabyinul ‘Ajab hal 11)

Dengan demikian, tidak amal khusus di bulan Rajab. Sama sekali. Karena beribadah harus berlandaskan dalil yang shahih. Jika tidak, maka kita termasuk orang-orang yang beramal dengan tanpa ilmu. Sebagaimana yang disifati dalam Al Fatihah dengan kata (الضالين/sesat).

Tetapi Bulan Rajab mempunyai keistimewaan seperti yang disampaikan oleh Al Quran. Allah berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. (Qs. at-Taubah: 36)

Dari Abu Bakrah  radhiallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam saat khutbah Haji Wada’ bersabda, “Sesungguhnya waktu berputar sebagaimana hari penciptaan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan berturut-turut: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab mudhar yang ada di antara bulan Jumadi dan Sya’ban." (HR. Bukhari no. 1741 dan Muslim no 1679)

Secara bahasa Rajab berarti keagungan, hal ini karena orang-orang Arab dahulu mengagungkan bulan ini sebagaimana syariat juga menjadikannya sebagai bulan haram (mulia). (Ibnu Faris dalam mu’jam maqayis lughah hal. 445)

Kini kita berada di Bulan Rajab. Salah satu bulan haram (mulia). Apa yang harus kita lakukan pada bulan seperti ini?

Ada dua hal yang harus diperhatikan,
  1. Jangan berbuat dosa padanya, karena akan dilipatgandakan
  2. Allah berfirman:

    فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

    maka janganlah kamu menganiaya diri.” (Qs. At Taubah: 36)
  3. Jangan menumpahkan darah padanya
  4. Allah berfirman:

    يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ

    Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.” (Qs. Al Baqarah: 217)
Poin pertama adalah melakukan kesalahan dan dosa pada diri kita sendiri. Sedangkan poin kedua adalah melakukan kesalahan dan dosa pada orang lain. Keduanya, harus sangat dihindari di bulan mulia ini.

Berarti semangat Rajab adalah: menjaga diri dari dosa.

Sya’ban

Bulan ini disebut Nabi sebagai:
  1. Bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan
  2. Bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul ‘alamin
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan tentang amal di waktu lalainya manusia,
Ibadah di waktu-waktu lalai mempunyai keutamaan di bandingkan waktu yang lain.”

Jadi, Bulan Sya’ban ini mempunyai dua keistimewaan: bulan dilalaikan dan bulan diangkatnya amal. Pada kedua hal tersebut, beramal mempunyai nilai baik. Nabi juga menyampaikan bahwa beliau ingin dicatat seorang yang berpuasa saat pengangkatan amal.

Adapun tindakan Rasulullah dan shahabat di bulan ini adalah:
  1. Banyak Puasa
  2. Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha berkata,

    وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

    Dan aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan kecuali Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau puasa paling banyak dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Begitu banyaknya hari-hari di Sya’ban yang dipuasai Nabi dengan puasa-puasa sunnah, hingga dalam riwayat lain Aisyah mengatakan bahwa Nabi puasa satu bulan penuh. Yang dimaksud oleh Aisyah adalah puasa hampir satu bulan penuh.

  3. Jika tidak, jangan lewatkan puasa pertengahan Sya’ban (Al Ayyam Al Bidh)
  4. عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَوْ لِآخَرَ أَصُمْتَ مِنْ سُرَرِ شَعْبَانَ قَالَ لَا قَالَ فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ

    Dari Imron bin Hushain radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya atau kepada yang lainnya: Apakah kamu puasa Surar Sya’ban?

    Dia menjawab: Tidak

    Nabi bersabda: Jika kamu berbuka, maka puasalah dua hari. (HR. Bukhari dan Muslim)
    Kata Surar/Sarar Sya’ban, para ulama berbeda pendapat apakah awal, pertengahan atau akhir bulan tersebut. An Nawawi menjelaskan hal ini dalam Al Minhaj.

    Pendapat yang kuat adalah: pertengahan dan akhir bulan.

    Jika maksudnya adalah pertengahan, maka yang dimaksud adalah puasa al ayyam al bidh. Dan jika yang dimaksud adalah akhir bulan, maka yang dimaksud adalah bagi mereka yang biasa berpuasa sunnah, diizinkan untuk puasa di akhir Sya’ban.

    Sya’ban adalah bulan Nabi menganjurkan untuk kita isi dengan banyak berpuasa. Jika tidak mampu berpuasa banyak, maka puasalah pada pertengahannya (13, 14, 15) Sya’ban.

  5. Bersihkan kemusyrikan & saling memaafkan
  6. عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

    Dari Abu Musa, dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
    Sesungguhnya Allah memeriksa (hamba) di malam pertengahan Sya’ban. Dia mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang yang musyrik atau bertikai.” (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Albani)

    Ini satu-satunya hadits yang bisa dijadikan landasan untuk keutamaan malam nisfu Sya’ban.

    Allah menurunkan ampunan bagi seluruh orang hamba beriman. Tidak ada amal tertentu yang diperintahkan untuk dilakukan pada malam tersebut. Ini adalah ampunan yang diturunkan Allah begitu saja, sebagai bukti Maha Pengampunnya Allah.

    Hanya saja, kita harus membersihkan dari dua hal: Kemusyrikan dan Pertengkaran. Jika salah satunya atau keduanya masih ada dalam diri kita, maka ampunan itu akan terlewatkan. Jadi, budaya meminta maaf menjelang Ramadhan, lebih bagus jika dilaksanakan sebelum pertengahan Sya’ban.

  7. Batas akhir membayar hutang Ramadhan yang lalu
  8. Bagi yang mempunyai hutang di Ramadhan sebelumnya, diberi keluangan waktu untuk membayarnya hingga bulan Sya’ban tahun berikutnya. Hal ini dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha,

    عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ الشُّغْلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Aisyah radhiallahu anha berkata,
    Saya mempunyai hutang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu menggantinya kecuali pada Bulan Sya’ban dikarenakan kesibukanku (melayani) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Maka, semboyan orang beriman di Bulan Sya’ban: Berlatih dan Memperbanyak amal.
Jika dua bulan; Rajab dan Sya’ban kita siapkan sebaik mungkin, maka Ramadhan akan menjadi sangat istimewa. Karena Ramadhan adalah gabungan antara meninggalkan dosa dan hal-hal yang membatalkan Ramadhan dan melakukan amal sebanyak-banyaknya.
Rajab mengajarkan separo yang pertama, sementara Sya’ban mengajarkan separo yang kedua.

Kesimpulan: Apa yang harus dilakukan bagi kita dan keluarga kita untuk menyiapkan diri menghadapi Ramadhan?
  1. Persiapkan ilmu
  2. Rajab: Bulan menahan diri dari dosa
  3. Sya’ban: Bulan melatih diri untuk beramal sebanyak mungkin
  4. Banyak berpuasa di Bulan Sya’ban
  5. Jika tidak mampu berpuasa banyak di Sya’ban, maka puasalah pada al ayyam al bidh (13, 14, 15) Bulan Sya’ban
  6. Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan kemusyrikan telah bersih
  7. Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan telah terlerai pertengkaran
  8. Segera bayar hutang Ramadhan
Ya Allah bimbing kami...

Ditulis oleh Budi Ashari
Perang tidak hanya menyisakan puing-puing kehancuran namun juga trauma yang mendalam bagi korban yang terlibat dalam peperangan tersebut, dan berikut adalah daftar 6 Peperangan atau pertempuran terdahsyat sepanjang sejarah peradaban manusia.

Perang Israel-Palestina
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Terjadi dari tahun 1948 saat Inggris yang merampas tanah Palestina dari Kesultanan Turki Ottoman memberikannya kepada kaum Yahudi dalam rangka membangun kembali "tanah air" sejak mereka terusir dari wilayah tersebut karena "membangkang" kepada Tuhan sejak ribuan tahun yang lalu. Negara-negara Timur Tengah dengan mayoritas penduduk muslim yang tidak menyetujui hal tersebut langsung mengangkat senjata melawan Israel dalam Perang Arab-Israel 1948. Namun perang ini berakhir dengan kemenangan Israel. Perang kemudian berlangsung kembali pada tahun 1967, dikenal juga dengan Perang Enam Hari. Perang ini disebabkan masih tidak relanya negara Arab menerima Israel.
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Perang ini kembali dimenangkan Israel. Meski perang terbuka tidak ada lagi sesudahnya, namun konflik dengan intensitas rendah masih berlangsung hingga saat ini. Pada 13 September 1993 melalui kesepakatan Oslo, Palestina dan Israel sama-sama mengakui kedaulatan masing-masing. Namun faksi Hamas tidak menyetujui keputusan tersebut sehingga terus mendapatkan tekanan dari Israel hingga saat ini. Ratusan ribu orang tewas akibat konflik ini.

Perang Salib
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Merupakan perang untuk merebutkan Yerussalem yang meluas menjadi konflik antar agama paling dahsyat sepanjang sejarah, dimulai sejak kaum Kristiani yang direstui Paus atas nama agama Kristen berusaha merebut kembali wilayah Yerussalem dan "Tanah Suci" dari kekuasaan Islam. Perang ini berlangsung selama beberapa periode dari abad ke-9 hingga abad ke-16 Masehi. Perang Salib pertama dilancarkan pada 1095 oleh Paus Urban II.
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Perang ini mencuatkan nama Salahudin Al Ayyubi dan Richard "The Lion Heart" sebagai pahlawan di kedua belah pihak. Perang ini sedikit banyak memberikan pengaruh dalam mengantarkan Eropa menuju zaman Renaissance. Hingga saat ini, istilah Perang Salib masih dipakai untuk menunjukkan konflik antar agama yang berlangsung hingga saat ini.

Ekspansi Mongol
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantari Eurasia selama 1 dasawarsa.
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu. Cara dan tujuan Ekspansi Genghis Khan berbeda dengan kaisar-kaisar sebeumnya. Ia menghancurkan apa saja di depan mata, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan untuk memerintah, melainkan untuk menjarah, memerkosa, dan menculik gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang membuatnya di takuti di seluruh Eurasia.

Perang Dunia II
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945 ditiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Di Eropa, Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme terlebih dahulu menyerang Polandia. Selanjutnya dengan dibantu oleh Italia dan Uni Soviet, Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya.
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Di Asia, Jepang secara mendadak menyerang pangkalan laut AS di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, menyeret Asia sebagai medan Perang Dunia II. Amerika Serikat yang semula tidak ikut berperang mulai mengangkat senjata melawan blok Axis, bergabung bersama Inggris dan Perancis. Uni Soviet yang tiba-tiba diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman melalui Operasi Barbarossa pada 1941 balik memusuhinya dan memulai rangkaian kekalahan Jerman. Perang berakhir pada 14 Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Perang ini mengakibatkan 50.000.000 tewas, lahirnya PBB, dan munculnya Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Perang Dunia I
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Perang ini berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 dilatarbelakangi Pangeran Franz Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Perang ini menghadapkan blok sentral (Austria, Jerman, Turki, Bulgaria) dengan blok sekutu (Rusia, Perancis, Inggris, Kanada, Italia, Amerika Serikat).
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Perang ini menjadi tonggak runtuhnya kekuasaan monarki absolut di seluruh dunia. Selain itu empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang. Perang ini menewaskan 40.000.000 orang di seluruh dunia dan munculnya depresi ekonomi 1929.

Perang Napoleon
idegue-network.blogspot.com - Inilah 6 Perang Paling Dahsyat dalam Sejarah 
Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis dari 1799 hingga 1815 dan berdampak luas di Eropa. Napoleon Bonaparte yang berhasil merebut kekuasaan di Perancis melalui sebuah kudeta 18 Brumaire menata ulang sistem kemiliteran di Perancis dan secara mengejutkan berhasil memperluas kekuasaan Perancis hingga menguasai hampir seluruh wilayah Eropa.

Namun Perancis tidak berdaya melawan Inggris dan Rusia. Perang Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang kedua. Jumlah korban sekitar 3.250.000 sampai dengan 6.500.000 juta jiwa.
Prasasti Elba - berasal dari masa sekitar 2500 SM - sudah ditemukan para ahli arkeologi sejak tahun 1975. Namun, keterangan yang tertera di dalamnya terus menimbulkan perdebatan. Penyebabnya adalah, karena terdapat nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci agama samawi (Islam-Kristen-Yahudi).

 

Ebla Pusat Kebudayaan Dunia

 
Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Pada masa itu (abad 26 SM) Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonomi, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah. 


Di masa kejayaan, penduduk Ebla membangun lembaga-lembaga arsip negara, mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut sebagai Eblaite. 

Saat proses ekskavasi oleh arkeolog di tahun 1975, ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir. 
 
Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan  Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan agamawan. 

Mengapa? Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il). (2) 


Nama Para Nabi Tertulis Sebelum Taurat

Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu. a


Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat, sangatlah mengejutkan! Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya telah ada sebelum Taurat.
 
Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. 

David Noel Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti tersebut.


Nama-Nama Lain Dalam Prasasti


Selain nama para nabi yang sudah ada jauh sebelum Taurat ditulis,
terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil. 

Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan.

Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama. 


Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur'an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti Ebla.

Dalam sebuah tulisan di majalah Reader's Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa. 

====

Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang benar.
 
Dan, anehnya nama-nama nabi yang ada dalam kitab suci agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi) ternyata sudah tertulis sebelumya.

Wallahu a'lam bishowab...

Penomena perzinahan memang sangatlah marak di dunia saat ini. Dan imbasnya adalah perilaku seksual yang menyimpang, seperti homoseksual dan lesbian. Hal itu sudah dijelaskan dalam Islam bahwa hukumnya haram. Tapi, banyak remaja yang masih bingung tentang perkara onani atau masturbasi. Bagaimana sebenarnya kedudukan dua hal itu dalam Islam? Berikut petikan fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan dan Yusuf Qardhawi.

Hukum Onani Menurut Islam
Hukum Onani Menurut Islam
Disalin dari Majalah Fatawa Vol. III/No. 9/Agustus 2007/Rajab-Sya’ban 1428
FATWA ULAMA
(Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilah Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan IV/273-274)


Pertanyaan:
Saya seorang pelajar muslim (selama ini saya terjerat oleh kebiasaan onani/masturbasi. Saya diombang-ambingkan oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih-lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal. Terkadang setelah melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima? Lantas, apa hokum onani? Perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video.

Jawaban:
Onani/Masturbasi hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih kesenangan/kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah halalkan. Allah tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali pada istri atau budak wanita.

Allah berfirman: “Dan orangorang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki.” (Al-Mukminun: 5-6)

Jadi, istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan, maka tergolong bentuk kezaliman yang haram. Nabi telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan pengaruh negative syahwat. Beliau bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa diantar kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Rasulullah memberi kita petunjuk untuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan diri dari bahayanya dengan dua cara berpuasa untuk yang tidak mampu menikah, dan menikah untuk yang mampu. Petunjuk beliau ini menunjukkan bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka onani/masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur ulama.

Wajib bagi Anda untuk bertobat kepada Allah dan tidak mengulanginya kembali perbuatan seperti itu. Begitu pula, Anda harus menjauhi hal-hal yang dapat mengobarkan syahwat Anda, sebagaimana yang Anda sebutkan bahwa Anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan memutar video atau televise yang menampilkan acara-acara yang membangkitkan syahwat karena semua itu termasuk sebab-sebab yang mendatangkan keburukan.

Seorang muslim seyogyanya (senantiasa) munutup pintu-pintu keburukan untuk dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan fitnah pada diri Anda, hendaknya Anda jauhi. Diantara sara fitnah yang terbesar adalah film dan drama seri yang menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar syahwat. Jadi Anda wajib menjauhi semua itu dan memutus jalannya kepada Anda.

Adapun tentang mengulangi shalat witir atau nafilah, itu tidak wajib bagi Anda. Perbuatan dosa yang Anda lakukan itu tidak membatalkan witir yang telah Anda kerjakan. Jika Anda mengerjakan shalat witir atau nafilah atau tahajjud, kemudian setelah itu Anda melakukan onani, maka onani itulah yang diharamkan –Anda berdosa karena melakukannya-, sedangkan ibadah yang Anda kerjakan tidaklah batal karenanya. Hal itu karena suatu ibadah jika ditunaikan dengan tata cara yang sesuai syariat, maka tidak akan batal/gugur kecuali oleh syirik atau murtad –kita berlindung kepada Allah dari keduanya-. Adapun dosa-dosa selain keduanya, maka tidak membatalkan amal shalih yang telah dikerjakan, namun pelakunya tetap berdosa.

Disalin dari kitab Halal dan Haram dalam Islam, Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi, penerbit Robbani Press, cetakan pertama, September 2000 M.

Kadang-kadang naluri seksual anak muda bergejolak, lalu dia mengeluarkan sperma dengan tangannya untuk mengendorkan saraf dan menenangkan gejolaknya. Perbuatan ini dikenal dengan istilah “onani”.

Mayoritas ulama mengharamkannya. Imam Malik berdalil dengan firman Allah:
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

(QS al-Mu’minun: 5-7) : "Sedang orang yang melakukan onani, sesungguhnya dia telah melampiaskan syahwatya dengan “cara di balik itu

Adapun hukum yang membolehkan onani bagi remaja yang belum menikah, dapat dilihat dari pendapat Imam Ahmad bin Hanbal yang mengatakan bahwa sperma atau mani adalah benda atau barang lebih yang ada pada tubuh yang mana boleh dikeluarkan sebagaimana halnya memotong dan menghilangkan daging lebih dari tubuh. Dan pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Akan tetapi, kondisi ini diperketat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh ulama-ulama Hanafiah dan fuqaha hanbali, yaitu: Takut melakukan zina, Tidak mampu untuk kawin (nikah), dan tidaklah menjadi kebiasaan serta adat.

Kita dapat mengambil pendapat Imam Ahmad ketida syahwat sedang bergejolak dan dikhawatirkan akan terjatuh ke dalam perbuatan zina, seperti seorang pemuda yang sedang menuntut ilmu atau bekerja di negeri asing yang jauh dari tanah airnya, sedangkan hal-hal yang dapat merangsang syahwat banyak terdapat di depannya, dan dia khawatir akan berbuat zina. Maka tidaklah terlarang dia melakukan onani ini untuk memadamkan gejolah syahwatnya, dengan catatan tidak berlebih-lebihan dan tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.

Sikap yang lebih utama ialah mengikuti petunjuk Rasulullah saw terhadap pemuda Muslim yang belum mampu menikah agar banyak berpuasa. Karena puasa dapat mendidik kehendaknya mengajari kesabaran, menguatkan mental taqwa dan merasa diawasi oleh Allah. Beliau bersbda:

Wahai segenap kaum muda! Barangsiapa di antara kalian sudah mempunyai kemampuan maka hendaklah dia menikah, karena menikah lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia perpuasa, karena puasa merupakan perisai baginya.

-HR. Bukhari Muslim- [Sumber Referensi : cafe-islamicculture].