Snippet
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Segala hal yang diasosiasikan dengan “mati” biasanya tidak disukai orang. Namun tidak dengan kata “mati” yang melekat pada sebuah tempat yang bernama Laut Mati.

Malah, tempat ini menarik minat jutaan turis setiap tahun. Di samping itu, banyak penelitian telah dilakukan untuk mengungkap keunikan alamnya.

 
Namun, nama yang menyeramkan ini pun sebenarnya telah dihaluskan dari terjemahan bahasa Ibrani 'Yam ha Maved' yang berarti ‘Laut Pembunuh’, sedangkan dalam bahasa Arab namanya adalah 'Bahrul Mayyit' yang artinya yaahhh Laut Mati juga.

Laut Mati biasa disebut dengan Laut Garam karena perairannya mengandung 33,7% garam (sekitar 8,6 kali lebih banyak dari kandungan garam di laut biasa).


Laut Mati yang diapit oleh negara Israel dan Palestina (Tepi Barat) di sisi barat, dan Yordania di sisi timur merupakan wilayah yang paling rendah di dunia. Posisinya adalah 422 meter di bawah permukaan laut.


Asal-usul Laut Mati

Laut Mati sebenarnya bukanlah benar-benar laut, melainkan hanya sebuah danau saja. Disebut laut karena danau ‘Laut Mati’ berair asin dan memiliki wilayah yang luas: panjang 47 mil dan lebar 10 mil, dengan total luas permukaan sekitar 360 mil, sedangkan kedalaman laut mencapai 422 meter.

Lalu mengapa namanya Laut Mati? Disebut demikian karena tidak ada ikan yang dapat hidup di Laut Mati karena keasinan airnya yang sangat tinggi. Jangankan hidup, berenang pun ikan akan sulit karena dia pasti akan terapung terus.


Asal-muasal terjadinya Laut Mati disebutkan dalam kitab suci Umat Islam dan Kristen. Disebutkan bahwa Nabi Luth diperintahkan Tuhan untuk memperingatkan kaumnya yang melegalkan perilaku homoseksual.


Karena umat mengabaikan seruan Nabi Luth, maka Tuhan memerintahkan Nabi Luth untuk menyingkir dari kota Sodom dan Gomorah. Laknat Tuhan datang melalui sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota-kota tersebut diruntuhkan, lalu dijungkirbalikkan masuk ke dalam Laut Mati.


Hasil penelitian ilmiah kontemporer menjelaskan, bencana itu dapat terjadi karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota Sodom dan Gomorah, merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah.


Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir di Afrika.


Biasanya, bila dua lempengan kerak bumi ini bergeser di daerah patahan maka akan menimbulkan gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan tsunami yang menyapu kawasan pesisir pantai. Juga biasa diikuti dengan letusan lava/lahar panas dari perut bumi.
 
  

Mengapa air Laut Mati sangat asin?
Pasokan air yang masuk ke Laut Mati hanya dari Sungai Yordan dan beberapa pegunungan di sekitarnya. Karena Laut Mati berada posisi yang rendah maka air yang diterima itu tidak bisa dialirkan kemana-mana.


Satu-satunya jalan keluar air yaitu melalui proses penguapan ke udara saja. Itulah sebabnya air Laut Mati menjadi sangat asin karena air yang mengalami proses penguapan meninggalkan zat-zat mineralnya.



Keunikan Laut Mati

Anda tidak bisa berenang, tapi tidak ingin tenggelam saat mencebur ke dalam air? Itu bukan persoalan mustahil. Di Laut Mati, setiap orang yang menceburkan diri dan tidak akan tenggelam walaupun di tempat yang dalam.


Ini bisa terjadi karena Laut Mati memiliki kadar keasinan yang sangat tinggi. Namun banyak orang salah kaprah menyebut Laut Mati adalah perairan yang paling asin di dunia. Sebenarnya ada perairan lain yang kadar keasinan lebih tinggi (40%) yaitu Danau Assal di Djibuoti, Afrika.
 

Laut Mati memiliki lumpur yang berkhasiat sebagai penghalus kulit. Selain itu, ada beberapa zat mineral berguna lain yang terkandung dalam Laut Mati yaitu:
  • Sodium yang dapat meningkatkan permeabilitas yang sangat cocok untuk kulit kering.
  • Magnesium dengan konsentrasi 15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laut lainnya. Magnesium membantu penyembuhan kulit dan menyediakan jaringan permukaan kulit dengan anti alergi dan penting untuk metabolisme sel.
  • Potassium yang dapat meningkatkan oksidasi dan mengatur proses elektrikal otot dan sistem saraf serta membantu mengatur kelembaban di kulit.Bromida - konsentrasi bromida adalah 50 kali lebih tinggi dari garam biasa. Ini menyebabkan efek yang sangat santai, dan membantu secara alami perbaikan sel kulit.
  • Bitumen yang ditemukan dalam jumlah sedikit dan dapat bertindak sebagai zat anti-inflammatory.
  • Iodin yang berperan penting pada pembentukan hormon tiroksin, dan juga penting untuk energi dan metabolisme sel.
  • Kalsium penting sebagai pertahanan membran sel dan pembersihan pori-pori, yang dibutuhkan juga untuk perbaikan jaringan dibawah kulit.
  • Zink yang memainkan peranan dalam regulasi enzim.
Lumpur Laut Mati membantu kulit kering dengan mengganti elektrolit yang hilang, bisa mengobati beberapa masalah dermatologi seperti eksim, jerawat, rematik, sakit sendi, dan masalah sirkulasi dan saraf. Garam Laut Mati juga bisa bertindak sebagai desinfektan yang bisa mengeluarkan zat berbahaya dari kulit.

   

Mendangkal dan terancam tidak “mati” lagi
Saat ini, perairan Laut Mati mulai menyusut. Sejak tahun 1960-an airnya sudah susut lebih dari 10 meter, sehingga dikhawatirkan Laut Mati terus mengalami pendangkalan.


Susutnya air Laut Mati selain disebabkan oleh penguapan, juga akibat adanya proyek-proyek menyangkut air yang dilakukan oleh pemerintah Israel maupun Yordania.


Jika perairannya terus menerus surut, maka rencananya pada tahun 2017 nanti Laut Mati akan dihubungkan ke Laut Merah dengan sebuah bendungan yang bisa mengatur volume air.


Kalau itu terjadi, maka kadar garam Laut Mati akan menurun dan menjadi normal sama dengan kadar garam laut biasa. Jika demikian Laut Mati mungkin tidak akan “mati” lagi karena ikan-ikan dan biota lain sudah bisa hidup di dalamnya.
“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.


Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.


Wahai saudaraku di Indonesia,


Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.


Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.


Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!


Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.


Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.


Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.


Memeang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!


Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.


Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!


Wahai saudaraku di Indonesia,


Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?


Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.


Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.


Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.


Wahai saudaraku di Indonesia,


Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.


Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.


Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.


Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?


Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.


Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.


Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.


Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.


Abdullah Al Ghaza

Source: http://forum.vivanews.com/internasional/92822-sebuah-surat-dari-pejuang-hamas-gaza-untuk-negri-indonesia.html 
Selama situs ini dibuat, Timur Tengah sekali lagi menjadi daerah pertentangan antara Israel dan Palestina. Tentara Israel dengan kejam mengebom pemukiman sipil, menembaki anak-anak, dan mencoba membuat Daerah Pendudukan yang memang telah menderita menjadi semakin tak layak didiami. Beberapa orang radikal Palestina, di pihak lain, menyerang sasaran-sasaran sipil Israel dan memperluas tindakan bengis dengan aksi bom bunuh mereka yang ditujukan kepada wanita-wanita dan anak-anak yang tak berdosa.

Sebagai Muslim, hati nurani kita berkehendak agar amarah dan kebencian di kedua pihak padam, pertumpahan darah dihentikan, dan perdamaian tercipta di kedua negeri itu. Kita sama-sama menentang pembunuhan yang dilakukan Israel atas orang-orang Palestina tak berdosa maupun pengeboman kaum radikal Palestina atas orang Israel yang tak bersalah.

Dalam pandangan kita, syarat yang paling penting agar pertentangan berkepanjangan ini berakhir dan perdamaian sejati tercipta adalah kedua pihak menerima dan melaksanakan pemahaman yang murni dan tulus dari keyakinan masing-masing. Pertentangan antara kedua bangsa ini cenderung seolah-olah menjadi "perang agama" antara Yahudi dan Muslim, meskipun kenyataannya sungguh-sungguh tidak ada alasan bagi pecahnya perang seperti itu. Baik orang Yahudi maupun Muslimin percaya kepada Tuhan, mencintai dan menghormati kebanyakan nabi-nabi yang sama, dan memiliki dasar-dasar akhlak yang sama. Mereka bukanlah musuh, dan justru mereka seharusnya bahu-membahu di dunia tempat atheisme dan kebencian terhadap agama berkembang luas.

Berdasarkan atas pandangan-pandangan mendasar ini, kami menghimbau kepada bangsa Israel (dan semua umat Yahudi) untuk mengakui kenyataan-kenyataan berikut ini:

1) Umat Muslimin dan Yahudi percaya pada satu Tuhan, Sang Pencipta alam semesta dan segala makhluk di dalamnya. Kita adalah hamba-hamba Tuhan, dan kepadanyalah kita semua akan kembali. Jadi mengapa saling membenci? Kitab-kita suci yang kita imani berbeda kulit luarnya, namun hakikatnya adalah sama, karena semuanya berasal dari Tuhan yang sama. Oleh karena itu, kita semua tunduk kepadanya. Jadi mengapa kita harus saling berperang?

2) Daripada hidup bersama dengan umat Muslimin, apakah umat Yahudi yang taat lebih menyukai hidup berdampingan dengan orang-orang atheis atau kafir? Taurat penuh dengan perkataan-perkataan yang menggambarkan kekejaman sadis yang ditimpakan atas umat Yahudi oleh orang-orang kafir. Pemusnahan bangsa dan kekejaman yang sadis dilakukan kepada mereka oleh orang-orang Atheis dan orang-orang yang tak beriman (seperti Nazi, kalangan rasis anti-Semit, atau rezim komunis seperti Stalin di Rusia) jelas sudah untuk kita semua. Kekuatan para Atheis dan kafir ini membenci umat Yahudi, sehingga menindas mereka, karena mereka percaya kepada Tuhan. Tidakkah Yahudi dan Muslimin berada di pihak yang sama dalam melawan kekuatan para atheis, komunis, atau rasis yang membenci mereka berdua?

3) Kaum Muslimin dan Yahudi saling mencintai dan menghormati nabi-nabi yang sama. Nabi Ibrahim (Abraham), Ishaq (Isaac), Yusuf (Joseph), Musa (Moses), atau Daud (David), Alaihumassalam, paling tidak sama pentingnya bagi umat Muslimin seperti halnya Yahudi. Tanah tempat tokoh-tokoh suci ini tinggal dan mengabdi kepada Tuhan paling tidak sama sucinya bagi Muslimi maupun Yahudi. Jadi mengapa membiarkan tanah ini dibasahi darah dan air mata?

4) Nilai-nilai dasar Yahudi juga dianggap sakral oleh kami, Muslimin. Kata "Israel" adalah nama Nabi Ya'qub (Jacob) AS, yang dipuji dalam Al-Qur'an dan dikenang dengan penuh penghormatan oleh umat Muslimin. Bintang Daud (Star of David), sebuah lambang yang dihubungkan dengan Raja Daud juga menjadi lambang suci bagi kami. Menurut Al-Qur'an 22:40., umat Muslimin harus melindungi sinagog-sinagog karena semuanya adalah tempat beribadah. Jadi mengapa penganut kedua agama ini tidak hidup bersama dalam kedamaian?

Yahudi dan Muslim mempercayai Tuhan yang sama. Tentara Israel yang benar-benar beriman tidak boleh lupa bahwa Tuhan melarang membunuh orang-orang tak bersalah dan menggunakan kekerasan dan kekejaman, dan telah memerintah kita untuk tenggang rasa, saling memahami, dan damai.

Palestina adalah rumah bagi banyak tempat-tempat suci Yahudi, Kristen, dan Islam. Semua orang beriman sejati harus melihat cinta, kasih sayang,
dan perdamaian menggantikan darah, air mata, dan permusuhan di daerah ini.

5) Taurat memeritahkan umat Yahudi untuk membangun perdamaian dan keamanan, bukan merebut tanah orang lain dan menumpahkan darah. Kaum Israel digambarkan sebagai "cahaya bagi bangsa-bangsa" di dalam Taurat. Seperti dinyatakan oleh "Para Rabbi untuk Hak Azazi Manusia":

Kita diajarkan: Semata-mata keadilan, keadilan'' (Ulangan 16:20). Mengapa kata keadilan disebut dua kali? Karena menurut kebiasaan kita, kita harus mencapai sebuah keadilan dengan arti makna yang adil. Dalam mempertahankan diri kita, kita harus selalu berpegang kepada visi para nabi tentang kesusilaan dan kemanusiaan. Selamatnya umat Yahudi tidak hanya akan ditentukan oleh kebijaksanaan jasmaniahnya saja, melainkan juga oleh keikhlasan akhlaknya.

Jika bangsa Israel terus memperlakukan orang Palestina seperti yang mereka lakukan sekarang, mereka mungkin tidak akan mampu mempertanggung jawabkan hal itu kepada Tuhan. Demikian pula, orang-orang Palestina yang membunuh orang-orang Israel yang tak berdosa mungkin juga tidak akan mampu mempertanggungjawabkan pembunuhan itu. Bukankah merupakan sebuah kewajiban di mata Tuhan untuk mengakhiri sebuah peperangan, yang membawa kedua belah pihak ke dalam penindasan yang tak berujung?

Kami mengajak semua umat Yahudi untuk merenungkan kenyataan-kenyataan ini. Allah memerintahkan kami orang-orang Muslim untuk mengajak orang Yahudi dan Nasrani menuju "rumusan bersama":

Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Qu'ran, 3:64)

Inilah himbauan kami kepada orang Yahudi, salah satu Ahli Kitab: Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan dan menghormati perintah-perintah-Nya, mari kita bergandengan bersama dalam satu rumusan bersama "keimanan." Mari kita cintai Allah, Tuhan dan Pencipta kita semua. Mari kita tunduk kepada perintah-perintah-Nya. Mari kita beribadah kepada Allah untuk memimpin kita seterusnya di atas jalan kebenaran. Mari kita ciptakan cinta, belas kasih, dan perdamaian kepada satu sama lain dan kepada dunia, bukan permusuhan, pertumpahan darah, dan kekejaman.

Di sinilah pemecahan bagi tragedi bangsa Palestina dan pertikaian lain di dunia terletak. Kematian dan penderitaan begitu banyak orang-orang tak berdosa mengingatkan kita setiap hari akan betapa pentingnya tugas ini.

Muslim Palestina, orang Yahudi, dan Kristen yang tulus, semuanya menginginkan perdamaian dan keamanan untuk menggantikan pertikaian yang kelihatannya tak berujung ini. Semuanya berdoa bersama untuk ini.

Bagaimana Persoalan Palestina Dapat Dipecahkan?

Yerusalem, sebuah tempat yang suci bagi ketiga agama wahyu, seharusnya menjadi sebuah kota tempat manusia bisa beribadah bersama dalam damai.
Dengan menggunakan dasar-dasar toleransi dan kerendahan hati yang disebutkan di atas, pertikaian bangsa Israel-Palestina, yang telah menyebabkan begitu banyak pertumpahan darah selama 50 tahun terakhir ini, dapat dipecahkan. Dalam pandangan kita, dibangunnya perdamaian tergantung pada dua syarat:

1) Israel harus segera menarik diri dari semua daerah yang didudukinya selama perang 1967 dan mengakhiri pendudukan yang terjadi karenanya. Ini adalah kewajiban menurut hukum internasional, berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, dan keadilan itu sendiri belaka. Semua pendudukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza harus diakui sebagai hak milik yang berdiri sendiri dari Negara Palestina.

2) Yerusalem Timur, daerah tempat ibadah penting yang dimiliki tiga agama samawi, harus dikelola oleh pemerintah Palestina. Akan tetapi, daerah ini harus mempunyai kedudukan khusus dan dijadikan sebuah kota perdamaian yang dapat dikunjungi semua umat Yahudi, Nasrani, dan Muslimin dengan aman, dalam perdamaian dan kesejahteraan, di mana mereka dapat beribadah dengan aman.

Jika semua syarat ini terpenuhi, baik bangsa Israel maupun Palestina akan mengakui hak satu sama lain untuk hidup, berbagi tanah Palestina, dan memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang masih dipertentangkan tentang kedudukan Yerusalem dengan cara yang memuaskan pihak-pihak terkait dari ketiga agama.

Pada halaman-halaman berikutnya dari buku ini, kita akan membahas dan menelaah sejarah persoalan Palestina berdasarkan pandangan yang kita kemukakan di atas. Harapan kita adalah bahwa permusuhan yang berkelanjutan selama 50 tahun terakhir ini serta prasangka, dan pembunuhan, pembantaian yang mengikutinya akan berakhir; bahwa orang-orang Palestina bisa mendapatkan sebuah tanah air yang memberi mereka kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan yang pantas mereka dapatkan; dan bahwa bangsa Israel akan menghapuskan kebijakan penyerangan dan pendudukan, yang menzalimi rakyatnya sendiri maupun rakyat Palestina, sehingga mereka mampu hidup dengan damai bersama tetangganya dengan batas hukum sebelum 1967.
Yet Another Hierarchical Officious Oracle atau YAHOO memiliki arti “Sebuah tempat bertanya yang paling tahu segalanya yang disusun secara bertingkat dan sistematis.”

Bagi pengguna internet, Yahoo dikenal sebagai nama sebuah program dalam jaringan internet yang berfungsi untuk menelusuri data-data di dunia maya (cyber). Cukup dengan memasukkan kata kunci, keluarlah data-data yang dikehendaki. Bukan hanya terbatas pada data dalam negeri, tetapi seluruh data di seantero jagad ini dalam hitungan detik.

Meskipun kata Yahoo tidak asing. Namun, bukan jaminan bagi mereka yang terbiasa memakai fasilitas internet memahami arti kata Yahoo atau sekedar memahami asal usul kata Yahoo.

Jauh dari sangkaan, kata Yahoo menurut banyak pemerhati simbol dan pakar pakar sejarah dunia ternyata terkait dengan sejarah bangsa Kanaan. Sebuah bangsa yang mendiami kawasan Palestina Selatan sebelum kedatangan umat Islam.

Kata Yahoo berasal atau sama dengan kata Yah. Kedua kata ini sama maknanya, yaitu sebuah nama untuk menunjuk nama dewa (tuhan) bagi bangsa Kanaan. Yah berbentuk patung yang menjadi sesembahan bangsa Kanaan. Yah sejajar dengan dewa Ba’al. Oleh Bani Israel (Yahudi), kata Yah kemudian diadopsi sebagai nama bagi tuhan mereka.

Will Durant (1931), seorang sejarawan Yahudi meyakini bahwa Bani Israel adalah bangsa nomaden. Kehidupan yang selalu berpindah-pindah menyebabkan mereka tidak memiliki peradaban. Meskipun mereka memiliki tuhan, tetapi amat kabur dan sulit dipahami.

Secara kebahasaan, kata Yah atau Yahoo memang sulit dimengerti. Dari mana asal kata Yah, banyak orang yang tidak tahu. Dari kata Yah kemudian lebih masyhur menjadi kata Yahoo.

Kata Yah berasal dari kata Yahu. Istilah Yahu merupakan sebutan untuk memanggil seseorang yang jauh tak terlihat.

Jika dikaitkan dengan ajaran Judaisme, hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Musa. Kepada Bani Israel, Nabi Musa selalu mengingatkan agar mengingat Tuhan sebagai tanda bakti kepada-Nya. Caranya cukup hanya dengan isyarat saja. Yaitu isyarat menyebut seseorang yang berada di kejauhan yang tidak terlihat.

Kata Yahu adalah isyaratnya. Dahulu, bahasa Ibrani belum mengenal huruf vokal (“e”) hingga tahun 500 M. Setelah mengenal huruf vokal tersebut, kata Yahu berubah menjadi Jehovah. Secara harfiah, kata Yahoo atau Jehovah berarti “Raja” atau “Tuhan” (Ahmad Syalabi, 2006).

Ternyata benar klaim bangsa Yahudi-Zionis. Mereka mengklaim telah menguasai dunia. Terbukti, salah satu nama program pada jaringan internet menggunakan nama tuhan “Jehovah” dalam sejarah mereka. Keyakinan terhadap tuhan Jehovah sendiri berasal dari keyakinan berhalaisme bangsa Palestina kuno.

Kata Yah, Yahoo, dan Jehovah (Yahweh) adalah sama dalam penelusuran silsilah asal katanya. Rupanya benar, dunia telah dikuasai oleh jaringan Yahudi-Zionis. Bahkan nama sebuah program dalam jaringan internet saja menggunakan simbol atau identitas akidah (teologi) mereka. Hebat, terdapat proses Yahudisasi secara laten dan sistematik lewat jaringan teknologi informasi yang hanya bisa dibaca oleh orang yang bukan sekedar berakal tetapi juga mempergunakan akalnya.

Sadarlah.....Program Yahudisasi berada di sekitar kita. Ia menempel menjadi nama-nama untuk beberapa produk teknologi canggih. Dan, kebanyakan umat Islam telah tergantung pada produk-produk teknologi canggih itu.

Untuk itu kita tak perlu rendah diri, MEREKA JUAL Tentu KITA BELI, mereka beri gratis kita tentu tak boleh menolaknya selama hal itu memberi kita manfaat yang lebih banyak daripada bahayanya, hanya saja kita diberi akal untuk tidak sekedar memikirkan sebesar mana sumbangsih kita pada ISLAM tetapi juga mengambil tindakan taktis dan strategis dalam menggunakan fasilitas mereka untuk mengambil manfaat sebesar2nya sambil mengumpan balik tipu daya mereka. Jangan pernah terkungkung dengan keragu-raguan.

Temuan ini mudah mudahan bisa mengubah cara berfikir kita, meski terlambat tidak ada istilah "tidak"untuk sekedar memberikan sesuatu yang berharga untuk Kaum Muslimin. Dan hal ini membuktikan bahwa di seluruh dunia ini terdapat ‘sesuatu’ atau ‘ideologi tertentu’ yang sengaja disusupkan atau diselipkan oleh jaringan Yahudi Internasional guna mewujudkan tatanan dunia baru (The New Word Order).

Pembaca boleh percaya boleh tidak, Sebelum kami menunjukkan bukti keberpihakan Yahoo dengan Huru Hara di Dunia, Silahkan lebih dulu berkomentar/ berdebat di Artikel Yahoo Indonesia dengan kritis, tentu tidak pakai lama komentar anda akan hilang bahkan setiap anda berkomentar kemudian, akan terdelete dengan sendirinya, Dan ini sudah berkali kali dibuktikan oleh kami dan beberapa pembaca situslakalaka yang lain.

Dan kebanyakan mempertanyakan keheranannya, bagaimana mungkin situs dengan reader terbanyak di Indonesia itu, justru meloloskan komentar yang berisi caci maki, sumpah serapah dan adminnya justru memperketat sensor pada komentar2 yg kritis. Dengan kata lain, hal itu dilakukan.......BUKAN TANPA MAKSUD.

Mereka hanya membutuhkan komentar sumpah dan serapah. Menjijikkan, sungguh kentara sekali Tipu Daya yang akan mereka lancarkan.

Siapapun yang peduli dengan generasi Akhir Umat Ini silahkan share atau koment via facebook di bawah, bahwa Yahoo memang betul betul BERITA PILIHAN.........untuk membuat Percikan HURU HARA di Seluruh Dunia.

Bacalah Beritanya karena mereka "hanya memilihnya" dari sumber2 lain (Vivanews, republika, tribunnews dll) Tapi tunjukkan jika anda cerdas, jangan sekali-kali membaca komentar apalagi berkomentar di kotak komentarnya, karena disitu sudah menunggu sindikat penghasut dan provokator dari yahoo cs (zionist) yang kadang menyamar menjadi pembaca untuk memperkeruh suasana.

Berlalulah Anda segera saat mereka sibuk MENGGONGGONG
Karena jika anda teruskan, anda tentu sama menggonggongnya dengan mereka.
Warga Muslim Palestina berdoa di depan Kubah Batu, Yerusalem dalam sholat Jum'at pertama di bulan suci Ramadhan pada 13 Agustus 2010. Polisi Israel telah memperkuat kehadiran mereka di Timur al-Quds (Yerusalem) menjelang sholat Jumat pertama tersebut. (Foto: AP)
Warga Muslim Palestina berdoa di depan Kubah Batu, Yerusalem dalam sholat Jum'at pertama di bulan suci Ramadhan pada 13 Agustus 2010. Polisi Israel telah memperkuat kehadiran mereka di Timur al-Quds (Yerusalem) menjelang sholat Jumat pertama tersebut.
Polisi Israel telah memperkuat kehadiran mereka di Timur al-Quds (Yerusalem) menjelang sholat Jumat pertama di bulan suci Ramadan.

Lebih dari 2.000 polisi dikerahkan di dalam dan sekitar Masjid Al-Aqsa untuk membatasi masuknya hamba-hamba-Palestina, yang diperkirakan akan hadir dalam jumlah besar untuk beribadah.

Israel membatasi orang yang boleh masuk ke kompleks. Mereka terbatas pada pria berusia di atas 50 dan wanita di atas usia 45, dan juga pria yang sudah menikah berusia 45-50 tahun dan wanita yang telah menikah antara usia 30 dan 45, menurut militer Israel.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria berusia antara 15 dan 50 harus memiliki izin khusus untuk memasuki kota suci.

Langkah ini ditujukan untuk mencegah kekerasan, mengikuti beberapa kerusuhan yang merebak selama beberapa bulan terakhir di mana para demonstran Palestina melemparkan batu ke arah polisi Israel, yang menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Seorang koresponden berita Press TV melaporkan bahwa militer Israel membatasi warga Palestina setiap bulan Ramadan untuk menekan mereka.

Israel juga telah mendirikan pos-pos pemeriksaan ekstra di dekat dinding segregasi di Tepi Barat yang diduduki. Hal ini umumnya digunakan untuk menjaga agar Al-Quds Timur terlarang bagi orang Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama bertahun-tahun.

Pembatasan Israel dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan konfrontasi antara ribuan jamaah dan pasukan Israel.

Polisi, bagaimanapun, mengatakan mereka tidak mengharapkan adanya kerusuhan pada hari Jumat.

Puluhan ribu Muslim diharapkan untuk menghadiri sholat di Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu yang berdekatan, situs paling suci ketiga dalam Islam setelah Arab Saudi Mekkah dan Madinah.

Israel menduduki Yerusalem timur, termasuk Kota Tua dengan situs suci bagi Yahudi, Kristen dan Muslim, selama Perang Enam Hari 1967 dan menganeksasi area itu dalam langkah yang tidak diakui oleh komunitas internasional.

Palestina melihat Yerusalem timur sebagai ibukota negara masa depan mereka, dan kompleks Al-Aqsa telah sering menjadi titik keributan dalam konflik Timur Tengah.

Pada tahun 2000, kunjungan ke kompleks oleh Ariel Sharon, politisi sayap kanan yang kemudian menjadi perdana menteri, memicu al-Aqsa dengan apa yang disebut Intifadah, pemberontakan Palestina berdarah yang menewaskan ribuan nyawa.

Tidak ada pembatasan bagi Muslim Israel, IDF berkata.

Pada bulan Maret, puluhan orang terluka dalam bentrokan di sekitar Masjid dan polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet terhadap pengunjuk rasa. kekerasan itu dipicu oleh kemarahan pada keputusan Israel untuk menempatkan dua tempat yang dikeramatkan oleh Muslim di Tepi Barat pada daftar warisan Zionis.

Minggu berikutnya, Israel menutup Tepi Barat dan memperketat keamanan di sekitar Kota Tua setelah pemerintah mengumumkan rencana kontroversial untuk membangun apartemen baru di daerah yang dipersengketakan. Polisi Israel juga membatasi hamba-hamba dari memasuki Masjid untuk salat Jumat.

Ada juga beberapa penangkapan di tempat suci tersebut pada bulan Februari dan Oktober lalu. Pada tahun 1996, puluhan orang tewas dalam kerusuhan di Masjid itu.
berita foto : Dead Sea Scroll atau Gulungan Laut Mati, salah satu warisan budaya Palestina yang dicolong Israel (Berita SuaraMedia)
berita foto : Dead Sea Scroll atau Gulungan Laut Mati, salah satu warisan budaya Palestina yang dicolong Israel (Berita SuaraMedia)
Perdana Menteri Otoritas Palestina Salam Fayad telah membuat keluhan resmi kepada pemerintah Kanada tentang tujuan Toronto's Royal Ontario Museum untuk berkolaborasi dengan Israel Antiquities Authority untuk menyelenggarakan "Gulungan Laut Mati: Kata-kata yang Mengubah Dunia" dari 12 Juni hingga 16 Agus, 2011.

Direktur Jenderal Departemen Arkeologi Palestina, Hamdan Taha menjelaskan, "Pameran tersebut akan membawakan dan menampilkan artefak yang dipindahkan dari wilayah Palestina ... saya rasa itu penting bagi institusi Kanada akan bertanggung jawab dan bertindak sesuai dengan kewajiban dari Kanada. "

Pameran Israel tersebut melanggar konvensi internasional atau protokol yang telah meratifikasi dan melindungi properti budaya selama konflik bersenjata. Negara Israel menduduki Rockefeller Museum yang dimiliki Yordania di Yerusalem pada tahun 1967 mengambil gulungan-gulungan tersebut dan terus melakukan hal serupa terhadap kekayaan budaya Palestina sejak itu. Di bawah Convention on the Means of Prohibiting and Preventing the Illicit Import, Export and Transfer of Ownership of Cultural Property pada tahun 1970 dan Konvensi Hague pada tahun 1954 beserta dua protokol yang terkait, Kanada adalah berkewajiban "untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memulihkan kembali dan setiap kekayaan budaya" atas permintaan pihak yang dirugikan.

Pameran Dead Sea Scrolls tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk memberi merek kepada diri mereka sendiri. Menurut The Economist, kelompok diplomat Yahudi Amerika dan Israel berusaha untuk menciptakan persepsi Israel dengan citra "trendy, keren, beradab, menyenangkan dan kreatif." Kampanye tersebut juga termasuk menempatkan iklan bernada seksual di Maxim dan majalah pria lainnya.

Professor Stephen Walt dari Harvard di blognya menyarankan Kebijakan Luar Negeri bahwa upaya Israel tersebut akan berakhir dalam sebuah kegagalan: "Memulihkan citra Israel dari gambar di Barat bukan soal memutar atau dengan PR atau 're-branding;' melaikan dengan meninggalkan kebijakan yang ada sekaranglah yang akan meraih simpati masyrakat dunia. Hanya sesederhana itu."

Namun, komponen arkeologi dari kampanye propaganda tersebut menggunakan sugesti bawah sadar untuk memotong argumen politik seperti itu. Seorang penasehat re-branding Israel terkemuka berpendapat, "Mari kita raih ke level dimana orang Israel dihubungkan dengan ilmu pengetahuan dan musik dan arkeologi "

Dalam Facts on the Ground Columbia, Profesor Nadia Abu Al Haj menulis, "Dalam konteks Israel dan Palestina, arkeologi muncul sebagai pusat disiplin ilmiah karena sikap dimana pemukiman kolonial yang terbentuk dalam bahasa, dan kepercayaan, akan nasional Yahudi kembali." Meskipun menyatakan kepemilikan ke negara setelah ketidakhadiran selama 2000 tahun adalah mustahil, pencurian yang dilakukan terhadap Palestina dari penduduk asli adalah dilegalkan melalui klaim bahwa orang-orang Yahudi hari ini merupakan turunan dari penduduk dari Greco-Roman Judea.

Menurut reporter New York Times, Ethan Bonner dan Isabel Kershner dalam "Parks Fortify Israels Claim to Jerusalem," "Ada peperangan untuk legitimasi sejarah di sini. Sebagai bagian dari upaya, Arkeolog menemukan bukti yang tak dapat disangkal bahwa Yahudi kuno pernah hidup di sini. Klaim tersebut tidak masuk akal.

Intelektual Yahudi berasal dari abad ke-19 di Jerman, dipengaruhi oleh karakter dari kaum nasionalisme Jerman, menciptakan narasi lokal mereka 'secara retrospektif,' dari kehausan untuk menciptakan orang-orang Yahudi modern, ujar Professor Shlomo Sand dari Universitas Tel Aviv, pengarang Bagaimana dan Bila Orang Yahudi Diciptakan.

Tidak ada satu pendiri populasi untuk setiap golongan Yahudi modern yang lebih banyak dari satu pendiri penduduk Kristen modern atau Islam modern yang ada. Teks dari awal serta akhir abad pertengahan menjelaskan adanya kumpulan masyarakat dengan kesukuan yang beragam yang terkait dengan berhubungan Yudaisme.

Dalam bahasa Inggris untuk menggunakan kata Yahudi adalah anakronistik sebelum abad ke 10 ketika Rabinik Yudaisme diperjelas berkat upaya Saadyah Gaon (Sa'id  bin Yusuf al-Fayyumi) dan rekan-rekannya.

Dengan kodifikasi hukum Rabinik revolusioner masyarakat ini menjadi bagian dari jaringan perdagangan yang luas yang terbentang antara dunia Kristen dan Muslim dan yang diperpanjang ke Cina dan mulai bertukar anggota pada skala besar. Wilayah-ekspor utamanya tampaknya berada di wilayah di dekat Laut Hitam.

Temuan antropologi genetik baru-baru ini yang berdasarkan analisis DNA menunjukkan bahwa leluhur laki-laki dari golongan Yahudi Yiddish adalah dari Eropa Timur dan non-Levantin Barat Daya Asia, sementara pada perempuan adalah berasal dari leluhur Eropa Timur.

Sand mengakui, "kemungkinan bahwa Palestina adalah keturunan orang-orang Yahudi purba jauh lebih besar dibandingkan dengan peluang yang Anda atau saya [berarti Israel Yahudi]."

Leluhur Palestina yang menciptakan Kerajaan Hasmonean, menyusun Alkitab Ibrani, mengikuti Isa AS, menulis Perjanjian Baru, mengumpulkan Mishnah, dan meredaksikan Talmud Yerusalem. Orang-orang Palestina menyusun tautan hidup ke awal warisan dari Taurat dan Injil.

Zionists terlihat menyedihkan, karena mereka jadi malu terhadap sejarah mereka sendiri bahwa mereka merebut milik orang lain. Ketika pemerintah Israel mengirimkan Dead Sea Scrolls ke Kanada, oleh  undang-undang Kanada harus mengembalikan mereka ke pemilik sebenarnya, yaitu orang-orang Palestina.
http://www.suaramedia.com/images/stories/1middleeast/pal.gif 
Pemerintah Israel berusaha untuk menutup acara malam akhir Festival Literatur Palestina di Teater Nasional Palestina di Yerussalem Timur. Pihak penyelenggara Festival terpaksa memindahkan acara ke Kedutaan Inggris ketika Israel memerintahkan Departemen Dalam Negeri untuk menutup teater tersebut.

Israel mengirim pasukan pemerintah pada hari Sabtu malam, (06/07) untuk mencoba menghentikan pembukaan acara tahunan Festival Literatur Palestina di Yerussalem Timur.  Tentara Israel dengan bersenjata berat dan polisi tiba di teater untuk menutup malam pembukaan acara tersebut dan memaksa mereka pindah ke Pusat Kebudayaan Perancis.

Stephanie Saldana, seorang penulis Amerika yang tinggal di Yerussalem, pergi ke Palestinian National Theater untuk menghadiri pembukaan festival menyatakan, "Kami tiba di tempat itu dan melihat tempat itu sudah dipenuhi dengan tentara Israel, dengan truk besar dan senjata. Saya masih terguncang. Untuk memblokade sastra? Melarang untuk membaca? Bagaimana mungkin?"

Perintah tersebut datang dari para menteri Israel dari keamanan internal menurut koran The Guardian.  


"Tak lama sebelum acara tersebut dimulai, sebuah pasukan yang terdiri dari sekitar belasan polisi perbatasan Israel berjalan ke Teater Nasional Palestina, di Yerusalem Timur, dan memerintahkan penutupan," yang dilaporkan Guardian. "Polisi membawa surat dari Menteri keamanan internal Israel yang mengatakan bahwa acara tersebut tidak dapat dilaksanakan karena hal ini merupakan kegiatan politik yang berhubungan dengan Pemerintah Palestina."  


Tuduhan ini disangkal oleh pihak penyelenggara. Festival Literatur ini didukung oleh UNESCO dan British Council.  


"PA (Palestinian Authority atau Pemerintah Palestina) sama sekali tidak ada kaitannya dengan PalFest," kata panitia lokal Omar Hamilton setelah pengusiran paksa pada hari Sabtu.  


Setelah mereka diusir dari teater, pembicara dan beberapa anggota penonton berkumpul kembali di pusat budaya Perancis.  


Novelis Mesir Ahdaf Soueif memberi keterangan seperti ini di pers rilis di situs
palfest.org.

"Saya melihat teman-teman lama 10 di menit pertama, semua budayawan dan akademisi Yerussalem ada disana, banyak warga internasional, banyak pers, kami berdiri di bawah cahaya sore yang cerah, dikelilingi meja sarat dengan buku dan makanan dan bunga, mencicipi kofta dan borek dan tertawa dan berbincang-bincang dan berkenalan dengan orang-orang baru. . . . Kemudian ketika kita mulai bergerak ke arah aula dan saya mendengar seseorang berkata tenang, "Mereka telah datang."  


"Siapa?"  


"Saya melihat sekitar - dan ada mereka, orang-orang berseragam biru gelap, dengan senjata di tangan mereka. Sejenak saya tidak percaya. Sungguh, bahkan jika mereka datang untuk mencatat segala yang kita katakan dan melakukan pertunjukan kekuatan, haruskah mereka datang dengan senjata siap di tangan seperti ini? Tetapi kemudian terdapat lebih banyak lagi dari mereka, dan banyak lagi. "  


Soeuif menjelaskan mereka terpaksa pindah dengan berjalan kaki ke pusat budaya Perancis, dan berhasil menghidupkan kembali acara itu di sana. "Kami bisa saja meneruskan hingga sepanjang malam - tetapi kami berhenti di setengah delapan. Kami bubar; senang, bersalaman, menandatangani buku, menjanjikan untuk bertemu lagi. Hari ini, teman-teman, kita semua melihat contoh yang jelas dari misi kami, "katanya, mengulang perkataan Edward Said. "Untuk menghadapi budaya kekuatan dengan kekuatan budaya."
 
Festival yang diadakan sepanjang minggu ini, sebagian disponsori oleh British Council. Festival tersebut menghadirkan penulis-penulis terkenal internasional ke Yerussalem, Ramallah, Jenin, Hebron, dan Bethlehem.

Bersama dengan Soueif, penulis yang mengambil bagian dalam festival tahun ini ikut serta pula: Suad Amiry, Victoria Brittain, Callil Carmen, Abdulrazak Gurnah, Suheir Hammad, Nathalie Handal, Jeremy Harding, Rachel Holmes, Robin Yassin-Kassab, Brigid Keenan, Jamal Mahjoub, Henning Mankell (didampingi oleh istrinya, Eva Bergman), Deborah Moggach, Claire Messud, Michael Palin, Alexandra Pringle, Pru Rowlandson, Raja Shehadeh, dan MG Vassanji.  

Walaupun Israel tidak berhasil dalam menutup seluruh festival, penggunaan tentara untuk mencoba membatalkan acara kesusasteraan mengirimkan pesan mengerikan.  

"Itu adalah cara menyeramkan lain Israel, yang mereka sebut demokrasi, dalam mencoba mengontrol dan menghancurkan semangat orang-orang yang terus mereka jajah," kata penyair Palestina Amerika Naomi Shihab Nye. Dia menyebut pengrebekan di Teater Nasional Palestina sebagai bagian dari "kampanye pelecehan dan penghinaan yang mengerikan."  

Kampanye selanjutnya mungkin dengan menindak keras orang yang menandai Hari Kemerdekaan Israel sebagai "nakba," atau malapetaka. Hal tersebut tampaknya mungkin terjadi, melihat bagaimana RUU tentang hal tersebut sedang dipertimbangkan di pemerintahan.  

Pada 24 Mei, komisi kementerian perundang-undangan Israel "menyetujui sebuah proposal awal yang akan membuatnya (Naqba) ilegal". Mereka yang melanggar akan "dihukum hingga tiga tahun penjara."
Pemerintah Israel membuldoser lebih dari 100 batu nisan di pemakaman muslim yang telah berasal dari abad ke-12 di Yerusalem Sabtu malam lalu, Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan mengatakan.

Yayasan ini mengatakan tiga buldoser, dua truk dan sekitar 20 pekerja memasuki pemakaman bersejarah Mamilla (Ma'man Allah) pada pukul 11 ​​malam dan menghancurkan lebih dari 100 batu nisan, dan memuat puing-puing dari batu-batu nisan ke dalam truk.

Penasihat gerakan Islam di Israel Syaikh Ali Abu Syaikha membenarkan adanya penghancuran tersebut.

Yayasan Al-Aqsha telah mengirim delegasi untuk mendokumentasikan kehancuran pemakaman muslim yang bersejarah tersebut, dan mengatakan para pekerja Israel segera meninggalkan area ketika wartawan tiba.

Pada tahun 2009, Israel merusak lebih dari 1.500 makam di pemakaman bersejarah untuk membangun sebuah Museum Toleransi di situs bersejarah, yang didanai oleh lembaga AS Simon Wiesenthal Center.

Menyusul penghancuran lain di pemakaman pada Agustus 2010, Presiden Majelis Umum PBB Ali Treki menyatakan keprihatinan mendalamnya atas apa yang digambarkannya sebagai tindakan asusila dan provokatif terhadap semangat perdamaian serta dialog antar peradaban dan agama.

Kotapraja Yerusalem mengatakan batu nisan dihancurkan pada bulan Agustus 2010 karena dibangun secara ilegal.

Sahabat Nabi Muhammad, tokoh suci sufi, ulama dan pejabat Palestina dilaporkan dimakamkan di situs tersebut.
Polisi Israel mengatakan Jumat ini (1/7) bahwa mereka akan memblokir masuknya laki-laki di bawah usia 45 tahun ke Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Yerusalem, media Israel melaporkan.

Surat kabar Israel Jerusalem Post mengatakan pembatasan polisi tersebut datang setelah intelijen mengetahui adanya rencana untuk mengganggu keamanan di situs suci tersebut.

Masjid Al-Aqsha adalah situs ketiga paling suci dalam agama Islam, dan terletak di kompleks Haram Asy-Syarif, yang berbatasan dengan situs di mana orang-orang Yahudi percaya bahwa Bait Suci Yahudi kuno berdiri.

Pemerintah Israel secara teratur membatasi masuknya laki-laki di bawah usia 45 tahun pada acara-acara khusus seperti liburan Israel, sementara warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza harus meminta izin khusus untuk bisa shalat di tempat suci tersebut.
http://suaramedia.com/images/stories/6middleeast/gabi_ashkenazi_1.jpg
Tidak lama setelah mengeluarkan ancaman serangan kembali di daerah Gaza, Kepala Staf Umum militer Israel, Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa Israel kini tengah mempersiapkan strategi baru setelah belajar dari kesalahan mereka dalam serbuan sebelumnya.

"Kami sedang mempelajari keluhan Palestina juga, dan tidak selalu bangga dengan hasilnya," Ashkenazi berbicara mengenai laporan PBB yang mengutuk perang Israel bulan Januari yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina.

"Kami telah menemukan kesalahan dan malfungsi yang terjadi dalam panasnya pertempuran," katanya saat melakukan kunjungan ke SMA di Beersheba pada hari Jumat.

Laporan oleh komite independen PBB yang diketuai oleh mantan hakim Afrika Selatan Richard Goldstone menyarankan untuk meneruskan dokumen yang menyoroti kejahatan perang Israel ke Dewan Keamanan PBB, jika penyelidikan itu tidak dilangsungkan dalam waktu enam bulan.

Tapi Ashkenazi meremehkan tekanan internasional yang dipicu oleh dokumen yang mengharuskan Tel Aviv untuk memulai penyelidikan terhadap tuduhan kejahatan perang, dengan mengatakan tentara Israel sedang menyelidiki semua insiden, meskipun ada laporan.

"Laporan itu memerlukan jawaban, penjelasan tentang keadilan dalam perang, dan bahwa yang selanjutnya akan diadakan dengan sama juga," katanya, memperbarui ancaman sebelumnya akan operasi militer baru di Gaza.

Israel membenarkan Operasi Cast Lead  di Gaza sebagai jawaban terhadap peluncuran roket Palestina dari jalur pantai yang berpenduduk padat, yang biasanya lebih menyebabkan kepanikan daripada menimbulkan korban atau kerusakan apapun.

Pejuang Palestina, bagaimanapun, mengatakan penembakan akan terus dilanjutkan sampai diangkatnya blokade Israel yang melumpuhkan Gaza dan berakhir pada penutupan perbatasan yang menyeberang ke wilayah itu, yang setengah dari 1,5 juta penduduknya tetap bergantung pada bantuan pangan yang diberikan.

Angka-angka PBB menunjukkan sebagian besar korban perang Gaza adalah warga sipil, di antaranya ratusan perempuan dan anak-anak.

Pada hari Senin (04/07) Majelis Umum PBB sendiri telah menyetujui sebuah resolusi yang menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan tindakan kriminal terhadap kemanusiaan selama  serangan di Jalur Gaza.

Seratus empat belas negara mendukung resolusi tersebut sementara hanya 18 negara termasuk AS dan Israel yang keberatan dengan laporan itu. Empat puluh empat negara juga abstain termasuk Perancis, Britania, dan Rusia.

Laporan 575 halaman yang diperintahkan PBB pada serangan Israel di Gaza menegaskan tujuh insiden di mana warga sipil Palestina ditembak ketika meninggalkan rumah mereka, berusaha lari untuk keselamatan atau melambai-lambaikan bendera putih.

Resolusi itu meminta untuk penuntutan para pejabat senior Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag jika Tel Aviv gagal untuk memulai penyelidikan sendiri ke dalam perang Gaza di bawah pengawasan internasional dalam waktu enam bulan.

AS, sekutu setia Israel, bagaimanapun, secara luas diperkirakan untuk memveto setiap permintaan untuk tindakan ICC apapun terhadap para pejabat Israel.

AS telah dalam beberapa kasus memveto resolusi Dewan Keamanan yang semakin kritis terhadap Israel, yang, sebagai akibatnya, memberikan kebebasan Tel Aviv untuk melanggar hak-hak penduduk Palestina, serta integritas wilayah tetangga Lebanon dan Suriah.
Ratusan aktivis AS dan Eropa dijadwalkan mendarat di wilayah Palestina yang diduduki pada hari Jumat depan untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina dan mengutuk kebijakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Sekitar 650 aktivis pro-Palestina dijadwalkan akan mendarat di bandara Ben Gurion pada tanggal 8 Juli mendatang dalam kegiatan penyadaran yang meliputi isu-isu yang berkaitan dengan tembok apartheid dan pembersihan etnis. Kegiatan juga akan menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil Israel menentang aktivis pro-Palestina internasional, termasuk tindakan Israel melakukan deportasi dan larangan perjalanan ke wilayah Palestina yang diduduki.

Kunjungan ke wilayah Palestina itu diserukan oleh empat puluh organisasi pro-Palestina, Komite Perlawanan Rakyat dan faksi tenaga kerja nasional.

Kegiatan mereka akan meliputi reklamasi lahan di bawah ancaman penyitaan negara oleh pemerintah pendudukan Israel dan aksi damai mengutuk kegiatan permukiman dan tembok apartheid.

Kegiatan juga termasuk tur ke provinsi Palestina Ramallah, Betlehem, Al-Khalil, Negev, dan Yerusalem yang diduduki dan selatan Lembah Yordan.

Para aktivi menyepakati aksi mereka dibawah tema kegiatan "Selamat Datang ke Palestina" yang akan berlangsung pada tanggal 8 Juli, menandai tanggal ketika Mahkamah Internasional melarang pembangunan tembok apartheid dan perluasan pemukiman pada tahun 2004.
Pemerintah Hamas di Gaza pada hari Minggu kemarin (3/7) menyerukan kepada Yunani untuk memungkinkan armada kapal bantuan berlayar ke wilayah pesisir Palestina yang diblokade.

"Kami menyesali posisi Yunani, yang telah merespon tekanan internasional untuk menghentikan armada Kebebasan berlayar ke Gaza," kata Menteri Luar Negeri Hamas Muhammad Awad dalam sebuah konferensi pers di pelabuhan kota Gaza.

"Kami meminta mereka untuk mempertimbangkan kembali larangan mereka terhada berlayarnya armada dan memungkinkan armada untuk pergi," tambahnya.

Beberapa kapal yang berpartisipasi dalam Armada Kebebasan dilaporkan telah dipaksa untuk tetap berlabuh di Yunani setelah pemerintah setempat memperingatkan bahwa mereka tidak memiliki izin untuk berlayar ke Gaza.

Kapal-kapal, yang disewa oleh aktivis pro-Palestina, sedang berusaha untuk mematahkan blokade Israel di Jalur Gaza dan sarat dengan item bantuan serta surat-surat dari para pendukung Palestina.

Namun armada telah diganggu oleh kemunduran keberangkatan, termasuk adanya penolakan Yunani untuk membiarkan beberapa kapal berlayar menuju ke laut, dan adanya temuan bahwa setidaknya dua kapal telah dirusak oleh agen Israel. Para aktivis menuduh Israel menyabotase kapal dan menlakukan tekanan politik pada Yunani untuk mencegah kapal meninggalkan pantai Yunani.

Israel membantah telah melakukan sabotase kapal, namun para menteri Israel telah menyatakan kepuasannya mereka atas kesulitan armada untuk berlayar ke Gaza. Tel Aviv sendiri memperingatkan bahwa tidak akan mengizinkan kapal untuk mematahkan blokade atas wilayah yang dikuasai Hamas.
http://www.suaramedia.com/images/stories/eropa_1_12_09/bom_peninggalan_israel1.jpg 
Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband telah melaporkan bahwa hanya ada sedikit kemajuan dalam rekonstruksi Gaza hampir satu tahun setelah dimulainya invasi Israel terbaru yang menyebabkan  pembantaian lebih dari 1.400 warga Palestina.

"Meski sekarang operasi pembersihan sedang berlangsung, diperkirakan 400.000 ton puing dicampur dengan bahan-bahan beracun dan bom yang belum meledak masih perlu disingkirkan sebelum rekonstruksi dapat dimulai," kata Miliband.
http://www.suaramedia.com/images/stories/eropa_1_12_09/bom_peninggalan_israel.jpg
"Sekitar 6.400 rumah dan 114 sekolah hancur atau rusak parah selama  konflik tahun 2008. Hanya rekonstruksi terbataslah yang telah terjadi," katanya dalam serangkaian balasan parlemen tertulis yang dipublikasikan Selasa.
Bulan lalu, Menteri Home Office Lord Brett mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris belum mampu memenuhi janji £ 20 juta ($ 30 juta) pada bulan Maret tahun ini untuk rekonstruksi di Gaza akibat berlanjutnya pengepungan Israel.

"Karena pembatasan masuknya bahan bangunan ke Gaza, Inggris belum bisa menghabiskan dana apapun yang dialokasikan untuk rekonstruksi," kata Brett.
http://www.suaramedia.com/images/stories/eropa_1_12_09/bom_peninggalan_israel2.jpg
Miliband mengatakan bahwa menggunakan uang tunai dari UNRWA dan Program Pembangunan PBB, pemilik dari sekitar 50.000 rumah yang rusak ringan dapat membuat perbaikan. Tapi jumlah itu hanya mampu "membangun kembali 180 rumah yang hancur sepenuhnya" dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di Gaza.

"Pemerintah tetap sangat prihatin mengenai situasi kemanusiaan yang sangat serius di Gaza, terutama dengan mulainya hujan musim gugur dan cuaca musim dingin yang lebih membekukan," katanya.

"Banyak warga di Gaza belum mampu membangun kembali rumah mereka sejak konflik berakhir pada bulan Januari 2009. Kami terus mendesak pemerintah Israel untuk membuka penyeberangan ke Gaza tidak hanya untuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga untuk rekonstruksi material, komersial, perdagangan dan orang," katanya kepada anggota parlemen.

Menteri Pembangunan Internasional Michael Foster juga mengatakan bahwa kemajuan dalam mengatasi krisis air dan sanitasi yang berkelanjutan di Gaza telah "melambat karena penundaan yang berkepanjangan dalam izin impor bahan-bahan tersebut dan kesulitan dalam proses koordinasi dengan pihak berwenang."

"Diperkirakan bahwa 90-95 persen dari air di akifer, dari mana warga Gaza mengambil air untuk keperluan sehari-hari mereka, telah terkontaminasi dengan limbah, nitrat dan air laut dan tidak memenuhi standar kualitas air minum," kata Foster.

Pembangkit tenaga listrik Gaza, ia lebih lanjut mengatakan, tidak mendapatkan cukup bahan bakar untuk dijalankan pada kapasitas penuh, yang mengakibatkan kekurangan listrik utama konsisten yang telah menyebabkan pemotongan daya empat-lima jam sehari, empat hari seminggu untuk 90 persen. penduduk.

Sebagai tambahan, sebuah penyelidikan oleh Save the Children menunjukkan bahwa puluhan ribu orang Palestina menderita kekurangan makanan sehari-hari, tingkat pengangguran yang tinggi, rasa tidak aman dan pengungsian dan perpisahan keluarga akibat blokade Israel pada Jalur Gaza dan penutupan dalam Tepi Barat.

Laporan yang memberatkan itu melukiskan gambaran suram kehidupan di wilayah Palestina, baik di Gaza dikuasai Hamas, yang telah berada di bawah blokade Israel selama bertahun-tahun, maupun di Tepi Barat, di bawah pendudukan militer Israel.

Menurut laporan yang dikeluarkan pada bulan Oktober oleh Amnesti Internasional, Israel melucuti Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari air minum yang memadai, dan mengalihkan jumlah yang tidak proporsional ke pemukiman Yahudi dan negara Yahudi itu sendiri.

Amnesti International mengatakan bahwa bangsa Palestina hanya menerima 20 persen dari air dari aquifer Gunung, sumber air utama bagi wilayah Israel dan Palestina, sementara mengambil lebih dari 80 persen untuk bangsanya sendiri. Sementara Israel memiliki sumber-sumber lain, seperti Danau Galilea dan Sungai Yordan, akifer itu adalah satu-satunya sumber air bagi warga Palestina di Tepi Barat.